KETIK, MALANG – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang menggelar pameran bertajuk Tanah, Pangan, dan Harapan di Gedung Parkir Kayutangan Heritage. Dalam pameran tersebut, mengabadikan 120 potret pangan yang ada di Jawa Timur.
Ketua PFI Malang, Darmono menjelaskan pembukaan pameran bertepatan dengan Hari Tani Nasional pada Kamis 24 September 2026. Pameran digelar selama 4 hari hingga 27 September 2026 dan terbuka untuk umum.
Terdapat 120 foto yang terbagi dalam 24 cerita. Foto-foto tersebut buah karya dari para anggota PFI Malang dan telah melalui proses kurasi.
"Kenapa kita memilih tema 'Tanah, Pangan, dan Harapan', itu karena kan kita berasal dari tanah, makan dari tanah juga. Kita sudah seharusnya melihat orang-orang yang berkecimpung di situ," ujarnya.
Melalui karya yang dipamerkan, diharapkan pengunjung mampu menjaga warisan alam agar dapat menciptakan kehidupan yang lebih nyaman.
Baca Juga:
Harga Beras Mahal, Pemkot Malang Sediakan 5 Ton untuk Gerakan Pangan MurahKarya-karya tersebut banyak berkisah terkait variasi pangan di Jawa Timur. Mulai dari pangan hutan, padi, sayur, perikanan, hingga pengelolaan sampah makanan dari hotel.
"Ternyata hotel itu bisa mengelola sampah makanannya untuk nanti bisa dibagikan pada orang yang membutuhkan dan tidak membuang begitu saja. Itu ada juga cerita-cerita seperti itu. Ada juga cerita tentang garam, segala macam," lanjutnya.
Bahkan pameran tersebut juga memotret perjalanan Pasar Induk Gadang yang kini dalam tahap penataan. Pasar Induk Gadang sebagai salah satu pasar terbesar di Kota Malang berkaitan dengan tema tanah dan pangan. Pasar tersebut mulai mendapat perbaikan setelah selama sekitar 35 tahun belum tersentuh pembenahan secara menyeluruh.
Baca Juga:
Kendalikan Populasi, Pemkot Malang Lakukan Kastrasi terhadap 60 Ekor Kucing Jantan"Ada foto yang spesial juga, itu foto Pasar Gadang karena ini kan pasar terbesar di Kota Malang, pasar induk. Sebelumnya tidak bisa diperbaiki selama 35 tahun, tapi di era ini sudah mulai bisa diperbaiki. Itu menjadi harapan juga akan distribusi pangan itu jadi semakin lancar dan nyaman, untuk pembeli dan penjual," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengaku terharu setelah melihat foto yang dipamerkan. Menurutnya pameran tersebut mampu menangkap sudut pandang yang terlupakan dari kehidupan sehari-hari.
"Ada beberapa gitu yang menarik. Tadi yang kita sama-sama sepakat untuk tertarik yang tungku tadi bagus banget. Kemudian juga yang soal pertanian, terutama padi di Kota Malang, bahwa tinggal sedikit memang lahannya dan para petaninya juga tidak banyak lagi," ungkapnya.