KETIK, PASAMAN BARAT – HK (21) ditemukan linglung di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis, 20 Agustus 2026). Ia diduga disekap dan dicekoki sabu selama 5 hari.

‎HK kini dirawat di RSUD Pasaman Barat, Jambak setelah dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Air Bangis.

‎Menurut keterangan keluarga, HK tinggal bersama pamannya. Pada Sabtu siang, 15 Agustus 2026. HK bertemu L (30) di jalan. L kemudian membawa HK ke rumahnya yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumah korban.

‎Sejak itu, keluarga kehilangan kontak dengan HK. Pencarian pun dilakukan hingga Kamis sore.

‎Sekanjutnya Paman korban, Sanul (35) bersama warga yang marah, mendatangi rumah L untuk menanyakan keberadaan HK. L disebut sempat mengelak.

Baca Juga:
Ibu dan Nenek Tewas Dianiaya, Pria 34 Tahun Ditangkap Polisi di Pasaman Barat

‎Setelah Sanul mendesak dan mengancam melapor ke polisi, HK tiba-tiba keluar melalui jendela rumah dan berlari ke sawah di belakang rumah.‎

‎HK kemudian dibawa ke rumah neneknya. Dalam kondisi linglung, ia sempat mengigau dan meminta "tambah sabu".

‎Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Sungai Beremas. Polisi lalu bergerak ke lokasi dan meringkus L.

‎Berdasarkan informasi sementara, enam pria diduga terlibat dalam kasus tersebut. Saat ini L telah diamankan dan diperiksa Unit PPA Polres Pasaman Barat.

Baca Juga:
‎AI dan Masa Depan Jurnalisme, Ketika Mesin Menggantikan Manusia ‎

‎Sementara 5 pria lainnya, yakni Y, A, E, N, dan S, masih dalam pencarian polisi.

‎Kanit PPA Polres Pasaman Barat Ipda Admi Pandowita yang dihubungi via WhatsApp membenarkan kasus tersebut. Namun, saat ditanya terkait dugaan perlakuan lain terhadap korban, ia mengatakan polisi masih menyelidikinya.

‎"Sedang diselidiki, Pak," ujarnya.

‎Ketua LAN Pasbar Peringatkan Bahaya Narkoba

‎‎Sementara itu, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Pasaman Barat, Parizal Hafni, mengecam kasus tersebut. Menurutnya, dugaan penyalahgunaan narkoba dalam kasus itu menunjukkan bahwa peredaran dan dampak narkotika semakin mengkhawatirkan di tengah masyarakat.

‎Parizal menilai narkoba tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan penggunanya, tetapi juga dapat memicu persoalan sosial dan tindak pidana lainnya.

‎"Ini menunjukkan bahaya narkoba yang semakin hari semakin parah. LAN Pasaman Barat sudah bergerak mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba, terutama generasi muda. Jangan sampai narkoba merusak masa depan anak-anak kita," kata Parizal.

‎Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, pemuda, sekolah hingga pemerintah dan aparat penegak hukum, bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

‎Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran masyarakat diperlukan untuk memberikan informasi jika menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika di lingkungannya.

‎"Kita harus bersatu dan berpartisipasi dalam memberantas narkoba. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Jangan takut melaporkan jika mengetahui adanya peredaran narkoba," ujarnya.

‎Parizal juga berharap proses hukum terhadap kasus tersebut berjalan transparan dan berkeadilan. Ia meminta aparat mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak lain serta memastikan seluruh fakta dalam kasus tersebut terungkap.(*)