KETIK, MALANG – Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengkaji tata kelola Koperasi Merah Putih (KMP) agar lebih transparan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tim peneliti yang terdiri atas tiga dosen Fakultas Syariah, yakni Aditya Prastian Supriyadi, S.H., M.H., kemudian Dr. Mustafa Lutfi, S.Pd., S.H., M.H., dan Kurniasih Bahagiati, S.H., M.H ini, mengusung judul Rekonstruksi Politik Hukum Tata Kelola Koperasi Merah Putih Berbasis Konstitusi Ekonomi dan Maslahah untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat.
Penelitian ini menyoroti pentingnya memastikan pembentukan Koperasi Merah Putih tidak hanya berfokus pada jumlah koperasi, tetapi juga kesiapan organisasi, kemampuan pengelolaan, keterlibatan anggota, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kajiannya, tim menggabungkan perspektif konstitusi ekonomi, prinsip tata kelola yang baik (Good and Clean Governance), dan konsep maslahah yang menekankan kemanfaatan bagi masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Koperasi Merah Putih membutuhkan pengelolaan yang baik, pengawasan kuat, dukungan keuangan, serta kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Baca Juga:
Mahasiswa UIN Malang Turun ke Gubug Klakah, Digitalisasi Desa hingga UMKM Jadi Sasaran PemberdayaanSelain itu, anggota harus tetap memiliki kendali demokratis dalam menentukan arah koperasi.
Oleh karena itu, tim peneliti merekomendasikan model tata kelola yang mengutamakan transparansi, keadilan, akuntabilitas, dan kepentingan bersama.
Model ini diharapkan menjadi masukan bagi penyempurnaan regulasi serta penguatan pengelolaan Koperasi Merah Putih.
Melalui penelitian ini, tim UIN Malang menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari jumlah yang terbentuk, tetapi juga dari kemampuannya memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)