KETIK, JAKARTA – Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyatakan, pemerintah menjamin akses pendidikan bagi anak-anak korban kebakaran depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

"Pemerintah DKI pasti mengambil langkah-langkah terutama dinas pendidikan, pemerintah daerah lebih punya tanggung jawab. Pemerintah DKI pasti segera menindaklanjuti," ujar Muhadjir di lokasi pengungsian korban kebakaran depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (5/3).

Ia akan meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membantu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar anak-anak korban kebakaran depo Pertamina.

"Nanti saya juga akan minta Kemendikbudristek untuk memberi bantuan pendidikan," kata Muhadjir.

Ia juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi juga akan terpenuhi, termasuk penyembuhan trauma.

Baca Juga:
Dari Jalan Kaki ke Sekolah, Andriy Anta Kacaribu Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun

"Trauma healing juga sudah jalan," imbuhnya.

Kebakaran di depo Pertamina Plumpang terjadi pada Jumat (3/3) malam. Korban berjatuhan karena depo berlokasi sangat dekat dengan permukiman warga.

Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Koramil di Rawasari Selatan, sebanyak 19 orang menjadi korban tewas akibat kebakaran tersebut. Sementara itu, sebanyak 1.085 jiwa menjadi pengungsi, tersebar di beberapa tempat seperti Kantor PMI Jakarta Utara hingga RPTRA Rasela, Rawabadak.(*)

Baca Juga:
Cegah Bullying, Siswa SMAN 5 Banda Aceh Antusias Ikuti Pembinaan PSGA