KETIK, PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggulirkan Anugerah Inovasi Kota Probolinggo (ANVAPRO) 2026 untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi dari lingkungan pemerintahan hingga masyarakat.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, ajang yang digagas Badan Perencanaan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapperida) Kota Probolinggo itu menyiapkan reward sebesar Rp30 juta.
Peluncuran ANVAPRO 2026 ditandai dengan kegiatan sosialisasi secara hybrid di Command Center Kota Probolinggo, Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota Probolinggo Aminuddin, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso.
Aminuddin mengatakan ANVAPRO menjadi wadah apresiasi bagi perangkat daerah dan berbagai pihak yang berkontribusi meningkatkan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan hingga daya saing daerah.
Baca Juga:
Bupati Brebes Tegaskan Pejabat Tak Perlu Takut Ambil Keputusan Selama Sesuai Aturan"Kita membuat program ini dalam rangka merangsang sebuah inovasi untuk kemajuan Kota Probolinggo. Tentunya kami juga akan berikan reward terhadap perangkat-perangkat daerah yang telah mengusulkan kreasi-inovasinya. Dan itu nantinya akan kita terus lanjutkan ke tingkat Jawa Timur maupun nasional,” tutur Aminuddin.
Menurutnya, berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan dapat menjadi peluang untuk melahirkan gagasan baru.
Karena itu, perangkat daerah diminta tidak terjebak pada rutinitas dan terus mencari cara yang lebih efektif dalam bekerja maupun memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Inovasi dapat dimulai dari hal sederhana, memperbaiki cara kerja, menyederhanakan pelayanan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan potensi lokal, menyelesaikan permasalahan masyarakat, hingga menciptakan sesuatu yang memberikan nilai tambah yang dirasa kebermanfaatannya,” tegas Aminuddin.
Baca Juga:
Probolinggo Pecahkan Rekor MURI Batik In MotionSementara itu, Kepala Bapperida Kota Probolinggo Rey Suwigtyo menjelaskan ANVAPRO merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah untuk memberikan ruang sekaligus penghargaan terhadap berbagai gagasan kreatif yang berkembang di masyarakat maupun lingkungan pemerintahan.
Menurut Rey, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan agar inovasi yang lahir dapat diterapkan secara tepat dan berkelanjutan.
Peserta ANVAPRO 2026 terbuka bagi perangkat daerah, ASN hingga masyarakat umum.
“Melalui ANVAPRO ini kami ingin memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk menunjukkan inovasi yang telah dilakukan. Harapannya, inovasi yang muncul tidak hanya menjadi sebuah karya, tetapi dapat memberikan manfaat nyata dan memiliki keberlanjutan,” ujarnya.
Pada ANVAPRO 2026, panitia membuka tiga kategori lomba, yakni inovasi perangkat daerah, inovasi satuan pendidikan, dan inovasi umum.
Kategori inovasi perangkat daerah difokuskan untuk mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Sementara kategori satuan pendidikan diperuntukkan bagi tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, baik secara individu maupun kelompok.
Adapun kategori umum terbuka bagi masyarakat Kota Probolinggo dari berbagai kalangan, mulai komunitas, organisasi kepemudaan, kelompok masyarakat, pelaku UMKM hingga perseorangan.
Rey mengatakan pihaknya berharap semakin banyak inovasi yang lahir dari Kota Probolinggo dapat terdokumentasi dengan baik, kemudian dikembangkan dan apabila memungkinkan direplikasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Pada prinsipnya, kami ingin semakin banyak inovasi yang lahir dari Kota Probolinggo, kemudian terdokumentasi dengan baik, kemudian dikembangkan dan apabila memungkinkan direplikasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Kami juga sudah siapkan reward sebesar Rp 30 juta dalam ajang ANVAPRO 2026 ini,” tutup mantan Pj Sekda Kota Probolinggo itu.(*)