KETIK, TUBAN – Perusahan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Bojonegoro memastikan tidak terdapat praktik pengoplosan beras dalam penyaluran Bantuan Pangan atau Banpang di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Bulog memastikan kualitas beras menjadi perhatian utama dan berkomitmen terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait kondisi beras Banpang alokasi tri wulan Juli, Agustus, dan September 2026 dinilai kurang layak karena mengalami perubahan warna menjadi kekuningan.

Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro, Umar Said, menegaskan bahwa tidak terdapat praktik pengoplosan dalam penyaluran Bantuan Pangan.

"Kami pastikan tidak ada praktik pengoplosan. Keluhan terkait perubahan kondisi beras telah kami tindak lanjuti melalui pengecekan di lapangan. Bulog juga terus memperkuat pengawasan kualitas pada setiap tahapan, mulai dari penyimpanan, pengemasan, hingga sebelum beras disalurkan kepada masyarakat,” kata Umar dalam keterangan tertulisnya, Kamis 24 September 2026

Baca Juga:
Dispersip Tuban Sabet Juara 3 TPBIS se-Jatim, Ubah Perpustakaan Jadi Ruang Belajar

Menurutnya, Bulog memiliki tahapan pemeriksaan dan pengawasan kualitas beras mulai dari proses penerimaan, penyimpanan, pengemasan, hingga sebelum beras dikirim ke titik distribusi.

Selama berada di gudang, kondisi beras dipantau secara berkala. Pengendalian hama dilakukan melalui kegiatan perawatan gudang, spraying, dan fumigasi sesuai dengan prosedur berlaku.

“Setiap beras yang akan disalurkan terlebih dahulu melalui pemeriksaan dan pengecekan. Apabila ditemukan beras yang memerlukan penanganan lebih lanjut, Bulog dapat melakukan pemrosesan ulang sebelum beras digunakan untuk penyaluran Bantuan Pangan,” jelasnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Bulog Cabang Bojonegoro telah membentuk tim monitoring dan Evaluasi kualitas dan kuantitas penyaluran. Tim tersebut bertugas melakukan pengecekan mutu beras sebelum dilakukan pengiriman maupun penyaluran kepada masyarakat.

Baca Juga:
Bawa Tuban Melesat Hebat, Bupati Aditya Halindra Faridzky Raih Penghargaan Transformative Leadership Figure 2026

Selain itu, Bulog berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa agar kondisi beras dapat diperiksa kembali sebelum bantuan disalurkan kepada penerima.

Umar menegaskan bahwa masukan dan pengaduan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya perum Bulog meningkatkan kualitas pelayanan.

Masyarakat yang menemukan beras Banpang yang dinilai kondisi tidak sesuai dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan pengaduan Bulog, Satgas Banpang Bulog di desa, maupun pemerintah desa.

“Setiap pengaduan akan segera kami tindak lanjuti. Untuk pengaduan yang berdasarkan hasil verifikasi memerlukan penggantian, BULOG berkomitmen melayani proses penggantian pada hari yang sama atau maksimal 1x24 jam setelah pengaduan diterima dan diverifikasi,” ujarnya.

Respons cepat tersebut salah satunya dilakukan di Desa Prunggahanwetan. Setelah menerima keluhan dari masyarakat, Bulog segera melakukan pengecekan dan penggantian beras dengan kualitas lebih baik.

Umar menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dirasakan masyarakat sekaligus mengapresiasi Pemerintah Desa Prunggahanwetan yang turut mengawal proses penukaran dan memastikan bantuan diterima masyarakat dalam kondisi baik.

“Kami terus berkomitmen memastikan kualitas beras yang disalurkan sesuai dengan ketentuan. Setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperkuat proses monitoring dan pengecekan kualitas,” tutur Umar.

Terpisah, Kepala Desa Prunggahanwetan, Hari Winarko, menyambut baik respons cepat Bulog Bojonegoro dalam menangani keluhan masyarakat.

“Alhamdulillah, pihak Bulog sudah langsung mengganti berasnya dengan kualitas yang baik dan tidak berbau. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Bulog,” ujarnya saat menerima dan melakukan pengecekan langsung terhadap beras Banpang yang telah diganti.(*)