KETIK, PACITAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Pacitan telah mencapai Rp8,153 miliar hingga akhir Agustus 2026.
Capaian tersebut setara 69,1 persen dari target sekitar Rp11,8 miliar yang ditetapkan.
Naik sekitar Rp1 miliar dari target sebelum perubahan APBD.
Dengan capaian tersebut, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar setoran sekitar Rp3,65 miliar hingga akhir 2026.
Plt Sekretaris Disparbudpora Pacitan sekaligus Kepala Bidang Pariwisata, Erwanto, optimistis target tersebut dapat tercapai.
Baca Juga:
Dinsos Pacitan Ajak Warga Usulkan Tetangga yang Butuh Bansos lewat Perlinsos"Tahun ini memang trennya bagus, sejumlah destinasi Alhamdulillah ramai pengunjungnya. Kami optimis tercapai sesuai yang ditargetkan," jelasnya kepada Ketik.com, Selasa, 15 September 2026.
Ia juga mengungkapkan, pertumbuhan kunjungan wisatawan tidak hanya terjadi pada destinasi yang dikelola oleh pemerintah daerah.
Sejumlah objek wisata yang dikelola masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menunjukkan perkembangan serupa.
"Pantai Buyutan itu agak gila-gilaan, 400 persen naiknya jumlah pengunjung. Aktivitas camping jadi salah satu daya tarik," ungkapnya.
Baca Juga:
Cak Hadi Turun Tangan, Jalan Rusak Bertahun-tahun di Lereng Gununng Wilis Kediri Kini DiperbaikiSecara keseluruhan, menurut Erwanto, peluang mengejar sisa target masih terbuka lebar.
"Masih ada momen akhir tahun. Kontribusi pendapatan juga cukup besar. Insyaallah mencapai target," ujarnya.
Pemerintah daerah berharap tren positif kunjungan wisatawan tetap terjaga hingga akhir tahun sehingga target PAD sektor pariwisata 2026 dapat terealisasi.
Selain mengejar penerimaan, Disparbudpora juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan destinasi.
Peningkatan jumlah wisatawan dinilai harus dibarengi dengan perhatian terhadap keselamatan pengunjung.
"Memang kita perlu aware terhadap keselamatan. Dengan adanya kejadian kemarin, kami harap teman-teman pelaku, dan wisatawan peduli soal keselamatannya," katanya.(*)