KETIK, SERANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal di Provinsi Banten hingga akhir Maret 2026 mencapai sekitar 1,2 juta investor. Capaian tersebut menempatkan Banten pada peringkat kelima nasional.
Data tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam acara Pasar Keuangan Rakyat (PKR) Banten 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu 24 Oktober 2026.
Andra menilai capaian 1,2 juta investor sebagai capaian positif sekaligus modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor pasar modal di Banten mencapai sekitar 1,2 juta investor dan berada pada peringkat kelima nasional, ini merupakan modal yang baik untuk terus kita kembangkan," kata Andra.
Ia menyampaikan apresiasi kepada OJK, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), serta seluruh lembaga jasa keuangan yang menyelenggarakan PKR Banten 2026 dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026.
Baca Juga:
PT Lebak Niaga Perseroda Kenalkan Beras Lokal di Pasar Keuangan Rakyat Banten 2026Menurut Andra, industri jasa keuangan tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
"Pemprov Banten berkomitmen untuk terus mendukung perluasan akses keuangan bagi masyarakat, komitmen ini kami jalankan melalui sinergi dengan OJK dan lembaga jasa keuangan, termasuk melalui percepatan akses keuangan daerah, serta peran Bank Banten sebagai bank pembangunan milik daerah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma mengatakan, pertumbuhan investor harus diimbangi dengan peningkatan literasi agar masyarakat terhindar dari aktivitas keuangan ilegal.
"Melalui Pasar Keuangan Rakyat Banten 2026, kami ingin semakin mendekatkan produk dan layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, transaksi yang aman, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal," kata Adi.
Baca Juga:
Tak Hanya Perebutan Juara, Turnamen Voli Piala Gubernur Banten Gerakkan Ekonomi WargaIa menegaskan, inklusi keuangan bukan hanya soal membuka akses, tetapi memastikan masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, aman, dan produktif.
PKR Banten 2026 sendiri menghadirkan Financial Expo, UMKM Expo, Financial Talkshow, Financial Passport Challenge, Financial Fun Run, Festival Kuliner Rp 1, Bazar Sembako Murah, hingga Banten Traditional Dance Competition sebagai upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM. (*)