KETIK, LEBAK – Aktivitas nelayan di pesisir Kabupaten Lebak tetap berjalan seperti biasa meski terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang menimbulkan dampak abu vulkanik. Kondisi tersebut hingga kini belum mengganggu aktivitas nelayan di wilayah pesisir Lebak.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, mengatakan nelayan di sejumlah wilayah pesisir Lebak masih melakukan aktivitas penangkapan ikan seperti biasanya. Berdasarkan pemantauan, abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau belum memberikan dampak langsung terhadap kegiatan nelayan.

“Nelayan Lebak beraktivitas seperti biasa dan tidak terdampak adanya abu vulkanik,” kata Winda Triana kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Meski demikian, Winda mengingatkan bahwa kondisi laut tetap perlu diwaspadai karena terdapat angin dari arah selatan dengan kecepatan yang cukup kencang. Kecepatan angin tersebut berada pada kisaran 15 hingga 30 knot.

“Masalahnya adanya angin selatan dengan kecepatan lumayan kencang, sekitar 15 sampai 30 knot,” ujarnya.

Baca Juga:
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bagaimana Dampaknya ke Malang Raya? Ini Kata BMKG

Menurut Winda, berdasarkan pemantauan Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, nelayan yang berada di wilayah pesisir mulai dari Wanasalam hingga Cilograng masih dapat beraktivitas dan belum terdampak secara langsung oleh erupsi Anak Krakatau.

“Terkait erupsi Anak Krakatau, nelayan di Lebak dari Wanasalam sampai Cilograng tidak terdampak,” katanya.

Selain kondisi aktivitas nelayan, Winda juga menjelaskan gambaran hasil tangkapan nelayan di wilayah Lebak. Untuk kategori nelayan kecil, hasil tangkapan dalam sepekan ini diperkirakan berada pada kisaran 3 hingga 6 kilogram.

“Untuk minggu ini diperkirakan 3 sampai 6 kilogram untuk nelayan kecil,” jelasnya.

Baca Juga:
Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan Jakarta—Malang, 964 Penumpang Gagal Terbang

Sementara itu, nelayan yang menggunakan kapal berukuran lebih besar, khususnya kapal rumpon dengan ukuran 7-15 GT, memiliki hasil tangkapan yang jauh lebih banyak. Hasil tangkapan kapal jenis tersebut diperkirakan mencapai sekitar 300 hingga 400 kilogram.

“Kalau kapal rumpon 7 sampai 15 GT itu ada sekitar 300 sampai 400 kilogram,” kata Winda.

Dengan kondisi tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Lebak terus memantau situasi perairan dan aktivitas nelayan, terutama berkaitan dengan kondisi angin dan gelombang. Nelayan juga diharapkan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan sebelum melaut.(*)