KETIK, PEKANBARU – Misi Dagang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi tak hanya untuk daerah, tapi juga skala nasional.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa misi dagang menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan antarwilayah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok nasional sekaligus membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
"Ini bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan," ujarnya pada Rabu, 8 Juli 2026.
Setiap pelaksanaan misi dagang selalu diarahkan untuk memperkuat kemitraan antardaerah melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, perangkat daerah, dunia usaha hingga berbagai institusi pendukung.
"Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama dan sejahtera bersama," ucap gubernur dua periode tersebut.
Baca Juga:
Kinerja Ekonomi Jatim Lampaui Pertumbuhan Nasional! Tunjukkan Tren Positif, Triwulan I/2026 Tumbuh 5,96 PersenMenurut Khofifah, setiap daerah memiliki keunggulan, kebutuhan dan potensi yang saling melengkapi. Karena itu, perdagangan antarwilayah menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat integrasi ekonomi nasional.
"Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri. Inilah esensi dari Misi Dagang yang terus kita bangun," tegasnya.
Khofifah berharap hasil Misi Dagang ini tidak berhenti pada penandatanganan komitmen transaksi, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
Lebih dari aspek ekonomi, lanjut blKhofifah, Misi Dagang juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antardaerah melalui pertukaran budaya dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Ini sekaligus menjadi simbol eratnya persaudaraan serta komitmen membangun Indonesia melalui kolaborasi antardaerah.
Baca Juga:
Misi Dagang Jatim 2026 Hasilkan Nilai Transaksional Fantastis! Begini Reaksi Sekdaprov Riau"Ini adalah cara kami merajut Indonesia, cara kami menjahit Nusantara, sehingga tidak ada yang tertinggal. Kita ingin maju, tumbuh, berkembang dan sejahtera bersama," tuturnya. (*)