KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah bahwa di tengah kebijakan penyesuaian anggaran, harus tetap menjaga kualitas kinerja.

“Efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi target output, outcome, maupun manfaat pembangunan yang diterima masyarakat,” ujarnya di Surabaya pada Kamis, 15 Juli 2026.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah terus mengembangkan berbagai skema “creative financing” sebagai alternatif pembiayaan pembangunan tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

"Kita harus semakin kreatif dalam mencari sumber-sumber pembiayaan pembangunan. Penyesuaian anggaran tidak boleh mengurangi hasil yang dirasakan masyarakat. Justru inovasi dan kreativitas harus semakin diperkuat," ucapnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga meminta seluruh pimpinan perangkat daerah terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan maupun mitra internasional.

Baca Juga:
Apresiasi Menteri Lingkungan Hidup, Jawa Timur Jadi Provinsi Terbaik Kelola Sampah

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Bangun jaringan, perkuat sinergi dan ciptakan kolaborasi, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan kolaborasi kuat, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," katanya. (*)

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Dampingi Menko Pangan Zulhas di GSPI ASRI 2026, Dukung Transformasi Pelabuhan yang Green, Smart, Efisien dan Kompetitif