KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang tidak merayakan pergantian tahun baru dengan kemeriahan pesta atau hiburan besar. Alih-alih perayaan besar, penyambutan tahun baru dilaksanakan dengan doa bersama. 

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang. Erik Setyo Santoso, arahan perayaan tahun baru secara sederhana tersebut sejalan dengan kebijakan Wali Kota Malang. Kebijakan itu dimaksudkan sebagai bentuk refleksi atas nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Jauh hari, Pak Wali telah menginstruksikan pelaksanaan perayaan malam pergantian tahun dengan sederhana,” ujar Erik saat dihubungi, Rabu, 24 Desember 2025.

Terlebih hingga saat ini masih banyak warga Indonesia yang harus berjuang mengatasi musibah, seperti dampak banjir bandang di Sumatera. Untuk itu, doa bersama menjadi bentuk empati yang diberikan dari Kota Malang. 

Baca Juga:
Peringati Tahun Baru Islam, Pemdes Plosokandang Tulungagung Salurkan Santunan Rp200 Juta kepada 55 Anak Yatim

"Jadi selain bansos yang kita salurkan melalui Bandara Abdurrachman Saleh, itu (doa bersama) juga sebagai empati kita," lanjutnya.

Doa bersama akan digelar secara serentak di lima kecamatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momen untuk memperteguh doa dan harapan menyambut tahun 2026, sekaligus menghadirkan suasana pergantian tahun yang khidmat.

Baca Juga:
Perumda Tugu Tirta Kota Malang Curi Perhatian di APEKSI 2026, Inovasi 'Smart Water City' Dilirik Sejumlah Kepala Daerah ‎

“Pak Wali meminta perayaan dilakukan dengan panjatan doa bersama yang digelar di lima titik di setiap kecamatan di Kota Malang,” ujarnya.

Jadwal pelaksanaan doa bersama juga telah dirancang. Masing-masing kecamatan akan mendapat giliran sesuai waktu yang ditentukan. 

“Jadwalnya sudah ada. Jadi di Kecamatan Kedungkandang jam berapa, Blimbing jam berapa, semuanya sudah diatur,” kata Erik.(*)