KETIK, SIDOARJO – Menanamkan nilai-nilai ketuhanan tidak cukup hanya melalui ucapan dan hafalan. Lebih dari itu, setiap nama baik Allah SWT harus menjadi pedoman dalam bersikap, membentuk karakter, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Semangat inilah yang melatarbelakangi peluncuran buku Asmaul Husna dalam Kancah Kehidupan karya keluarga besar guru SMK YPM 8 Sidoarjo.
Peluncuran buku tersebut digelar di lantai lima gedung SMK YPM 8 Sidoarjo. Kegiatan ini dihadiri Ketua YPM Sidoarjo Ir Ahmad Makki, Ketua Pendamping Sekolah Se-YPM Dr Kisyanto, Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo Dr Aftoni, Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Abdul Kholis, jajaran MKKS SMP, MTs, dan SMK di lingkungan YPM, serta para guru dan staf SMK YPM 8 Sidoarjo.
Ketua YPM Sidoarjo Ir Ahmad Makki mengapresiasi lahirnya buku tersebut. Menurut dia, Asmaul Husna bukan sekadar rangkaian 99 nama baik Allah SWT yang dihafalkan, melainkan juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa memuji dan mengingat kebesaran-Nya dalam setiap aktivitas.
“Seorang mukmin sejati itu dalam setiap aktivitasnya senantiasa memuji Allah SWT. Dengan adanya buku Asmaul Husna dalam Kancah Kehidupan ini, kita diingatkan bahwa memuji Allah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga bisa diwujudkan melalui tulisan dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ahmad Makki pada Kamis (22 Oktober 2026).
Baca Juga:
Ketua YJI Sidoarjo Sriatun Subandi: Jaga Jantung sejak MudaMakki berharap, karya tersebut dapat menjadi inspirasi bagi keluarga besar YPM untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nilai-nilai yang terkandung dalam Asmaul Husna diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan.
Dia pun secara resmi menyatakan sukses peluncuran buku yang merupakan karya bersama keluarga besar guru SMK YPM 8 Sidoarjo tersebut.
Sementara itu, Koordinator Guru Agama sekaligus penulis buku, M Hadi Irsad MPdI, menjelaskan bahwa buku tersebut disusun untuk memberikan gambaran lebih luas mengenai makna Asmaul Husna dan relevansinya dengan kehidupan manusia.
Baca Juga:
Hari Santri di. Sidoarjo Munajat Raya untuk IndonesiaMenurut dia, pemahaman terhadap 99 nama baik Allah SWT perlu dilanjutkan dengan upaya meneladani nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu, Asmaul Husna dapat menjadi landasan dalam membangun karakter, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Buku ini bertujuan memberikan gambaran yang lengkap. Kita tidak hanya berbicara atau menceritakan Asmaul Husna, tetapi juga perlu meneladani dan menerjemahkan maknanya ke dalam karakter kehidupan, terutama dalam bermasyarakat,” jelasnya.
Buku setebal sekitar 600 halaman tersebut mengulas 99 nama baik Allah SWT beserta maknanya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Setiap nama dikaji untuk menemukan nilai-nilai yang dapat menjadi pedoman dalam membentuk sikap dan perilaku manusia.
Hadi mencontohkan Asmaul Husna Al-Ghani, yang berarti Allah Maha Kaya. Nilai tersebut mengajarkan manusia untuk meyakini bahwa segala rezeki dan karunia yang diperoleh pada hakikatnya berasal dari Allah SWT.
“Sebesar apa pun usaha yang kita lakukan, kita tetap harus meyakini bahwa Allah SWT yang memberikan rezeki kepada kita. Keyakinan itu perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita senantiasa bersyukur dan bersandar kepada Allah,” paparnya.
Dalam peluncuran tersebut, panitia secara simbolis menyerahkan enam buku kepada sejumlah pihak. Di antaranya, perwakilan yayasan dan pengawas sekolah. Penyerahan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menyebarluaskan gagasan yang tertuang dalam buku sekaligus mendorong lahirnya karya-karya serupa.
Lebih lanjut, Hadi menegaskan bahwa penyusunan buku ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter peserta didik. Melalui pendekatan literasi, siswa diharapkan tidak hanya mengenal dan membaca Asmaul Husna, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya membaca Asmaul Husna, tetapi juga mempraktikkan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari 99 nama tersebut, kita gali maknanya agar bisa menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku,” ungkapnya.
Dia berharap, kehadiran buku Asmaul Husna dalam Kancah Kehidupan dapat memberikan manfaat lebih luas, khususnya bagi keluarga besar YPM dan umat Islam pada umumnya.
Melalui karya tersebut, nilai-nilai Asmaul Husna diharapkan semakin terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, senantiasa bersyukur, serta menjadikan Allah SWT sebagai sandaran dalam menjalani kehidupan. (nas/*)