KETIK, SLEMAN
– Lokasi Markas Kodam (Makodam) XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya terjawab. Markas komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian provinsi Jawa Tengah tersebut dipastikan berdiri di lahan Sultan Ground (SG) Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.
Kepastian mengenai penetapan titik lokasi Makodam tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas, Kolonel Inf Teguh Wiratama, SSos MHan, usai menghadiri pembukaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung IV T.A. 2026 di Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Selasa 13 Oktober 2026.
Diresmikan Presiden, Alih Kodal Akhir Oktober
Kolonel Inf Teguh Wiratama membeberkan bahwa pembentukan Kodam XXVI/Mataram secara payung hukum dan keorganisasian telah resmi disahkan oleh pimpinan tertinggi TNI di tingkat pusat pada awal bulan ini.
"Untuk Kodam XXVI/Mataram sudah diresmikan oleh Bapak Presiden pada tanggal 5 Oktober 2026 di Mabes TNI, dua minggu yang lalu. Kemudian ada kegiatan alih kodal (alih komando dan pengendalian) pada tanggal nanti 27 Oktober nanti di Markas Besar Angkatan Darat," ujar Kolonel Teguh.
Untuk memastikan kesiapan tapak lokasi sebelum pembangunan konstruksi dimulai, pimpinan komando daerah militer baru tersebut telah meninjau langsung calon lahan di kawasan Godean. Lahan yang dialokasikan merupakan Tanah Kas Desa berstatus Sultan Ground (SG) yang dipersiapkan langsung oleh Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Pangdam Mataram sudah berkunjung dan meninjau tempat yang akan dibangun Makodam, itu berada di Godean Sleman. Untuk Kodam sudah pasti di Godean, Sidoluhur, Sleman" tegas Kolonel Inf Teguh W.
Disebutkan, secara teknis pertanahan, total luas area di Sidoluhur yang disiapkan mencapai 9,5 hektare. Jajaran TNI telah menyusun tata letak peruntukan lahan secara terukur agar fungsi komando, operasional, hingga permukiman prajurit dapat terintegrasi secara optimal dalam satu kawasan terpadu.
"Luas tanahnya 9,5 hektare. 7,5 hektare untuk kantor, 2 hektare untuk perumahan," rinci Perwira Menengah TNI AD tersebut.
Kalkulasi Taktis: Dekat Polda dan Exit Tol
Baca Juga:
Bupati Sleman Buka TMMD Kodim 0732 di Ngaglik, Ini Deretan Pembangunan yang Bakal Dirasakan Warga!Pemilihan Kapanewon Godean sebagai tapak Markas Kodam XXVI/Mataram bukanlah keputusan tanpa kalkulasi matang. Dilihat dari kacamata tata ruang pertahanan dan integrasi antarinstansi penegak hukum, kawasan Godean dinilai sangat ideal karena jaraknya yang tergolong dekat dengan Markas Kepolisian Daerah (Polda) baru DIY di Sleman.
Sejumlah pihak menyebut Sri Sultan Hamengku Buwono X secara khusus mempertimbangkan faktor kedekatan geografis ini demi memudahkan koordinasi taktis maupun strategis antara Pangdam dan Kapolda dalam menjaga stabilitas wilayah.
Di samping faktor keamanan, variabel aksesibilitas dan konektivitas jalur transportasi modern turut menjadi nilai tambah utama. Tapak lokasi Makodam di Godean ini terkoneksi langsung dengan jaringan jalan utama dan infrastruktur bebas hambatan.
"Jadi itu lahan yang disiapkan oleh Ngarsa Dalem. Kebetulan Mapolda yang baru dibangun saat inipun dekat situ. Mungkin Ngarso Dalem berpikir akan lebih mudah untuk berkoordinasi antara Kodam dan Polda nanti," tambah Kolonel Inf Teguh W.
Tak berhenti di lahan utama Sidoluhur, pengembangan fasilitas pertahanan Kodam XXVI/Mataram juga mencakup penyiapan kawasan pendukung seluas 28 hektare di area Minggir. Lahan cadangan yang berada di koridor strategis jalan negara serta dekat dengan pintu Exit Tol Banyurejo tersebut diproyeksikan untuk menampung sarana perumahan prajurit tahap lanjutan.
"Mungkin nanti itu akan diarahkan untuk perumahan prajurit, tapi masih dalam tahap pembahasan berikutnya. 28 hektare kalau yang di Minggir, lebih luas, mau gudang mau apa, tersedia tempat," tuturnya.
Pemkab Sleman Siap Mendukung
Penetapan Kabupaten Sleman sebagai Markas Kodam XXVI/Mataram disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk memfasilitasi seluruh kebutuhan infrastruktur dasar, koordinasi wilayah, hingga proses perizinan yang diperlukan demi kelancaran pembangunan markas militer tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Sleman sejak awal telah menyiapkan skema dukungan penuh, termasuk menyediakan opsi-opsi lahan potensial jika dibutuhkan oleh pimpinan TNI maupun Presiden.
"Ya, kami siap mendukung sepenuhnya, mau yang nanti dipilih di mana di Sleman, kami sudah siapkan. Kan ada dua tempat, pertama Godean. Walaupun kemarin sudah disampaikan oleh Bapak Presiden, tetapi kami juga punya cadangan di Minggir. Di Minggir malah luasnya 28 hektare," ungkap Harda Kiswaya.
Menurut Bupati Harda, lokasi cadangan di kawasan Kapanewon Minggir tersebut juga tak kalah strategis karena berada tepat di tepi jalan negara dan terkoneksi langsung dengan akses gerbang Exit Tol Banyurejo.
Namun demikian, mengenai keputusan akhir penetapan lokasi utama, Pemkab Sleman menyerahkan sepenuhnya pada kewenangan pimpinan komando TNI dan Presiden.
"Di Minggir ini tempatnya sangat strategis, dekat pintu Tol Banyurejo, hanya 5 menit dari jalan negara. Jadi, dari kabupaten ada dua lokasi, yang disiapkan. Tinggal nanti Presiden yang putuskan di mana. Prinsipnya Pemkab Sleman siap support, mendukung," tegas Bupati Harda.
Lebih lanjut, Bupati Sleman menegaskan bahwa kehadiran Markas Kodam XXVI/Mataram tidak jauh dari Markas Polda DIY di wilayah hukum Sleman merupakan sebuah nilai tambah, sekaligus kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga Kabupaten Sleman. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan tidak akan ada kendala birokrasi yang menghambat proses pendirian Kodam baru ini.
"Karena ini juga sebuah kehormatan, Kodam Mataram yang berdiri barusan, nanti tempatnya di Sleman, Polda di Sleman, ini kebanggaan masyarakat Sleman. Sehingga Pemerintah Kabupaten Sleman siap support. Yang ada masalah ya nanti dicarikan solusi dan saya yakin bisa itu. Perizinan? Wah, pasti tak support. Enggak ada yang sulit kalau semuanya semangat," pungkas Bupati Sleman Harda Kiswaya. (*)