KETIK, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) telah dipercaya BPJS untuk bermitra dan memberikan pelayanan yang tertata di Klinik Pratama UM. Ini menjadi upaya UM dalam mengembangkan fasilitas di bidang kesehatan untuk sivitas akademika (dosen, mahasiswa, dan tendik) maupun masyarakat Malang.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., mengungkapkan bahwa Klinik Pratama UM telah mulai beroperasi dengan menerima rawat inap yang dilayani langsung oleh sivitas akademika UM.
Dengan kerja sama bersama BPJS, tentunya UM dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang ingin berobat.
Ia juga menyampaikan bahwa Klinik Pratama UM menyediakan layanan pemindahan fasilitas kesehatan (faskes) secara online. Layanan ini disediakan karena UM memiliki mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan meski bukan warga asli Malang.
"Dengan fasilitas kesehatan sekarang yang online, itu kan kita bisa memfasilitasi itu, sehingga ketika kartunya secara online dipindah ke UM, harapan kami ketika ada masalah, UM bisa langsung membantu," ujar Prof. Hariyono.
Baca Juga:
Hilang Sejak Sabtu, Ibu Muda di Malang Ditemukan di Dasar JurangProf. Hariyono menjelaskan, beberapa hari lalu, seorang mahasiswa UM asal Banyuwangi mengalami kecelakaan. Mahasiswa tersebut telah terdaftar sebagai peserta BPJS melalui UM, sehingga Klinik Pratama UM dapat langsung memberikan penanganan tanpa harus menunggu kedatangan keluarganya.
"Beberapa hari yang lalu ada mahasiswa kami yang kecelakaan yang dari Banyuwangi, maka dengan BPJS-nya, ada di UM, maka teman-teman kami tidak harus menunggu dari keluarga dan sebagainya, tapi langsung dibantu," jelasnya.
Dengan beroperasinya Klinik Pratama UM, Prof. Hariyono berharap peserta BPJS yang terdaftar di Klinik UM dapat mencapai 10 ribu hingga 25 ribu orang.
Tentunya ini menjadi bagian dari komitmen UM untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mudah bagi masyarakat maupun sivitas akademika.
Baca Juga:
Fakta Kecelakaan Maut PCX vs Bus Trans Jatim di Malang, Polisi Beberkan Kronologi Lengkap"Kalau target pesertanya semakin banyak, semakin bagus, sehingga harapan kita di atas 10 ribu keluarga besar UM sudah masuk, syukur kalau nanti bisa lebih dari 25 ribu," tutur Prof. Hariyono.(*)