KETIK, TUBAN – Aroma kehangatan dan lantunan selawat menggema syahdu di Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Di tengah kekhusyukan umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw, sebuah potret humanis menyentuh hati tersaji nyata di sudut desa yang terletak di ujung selatan Bumi Wali Tuban.
Seorang remaja penyandang disabilitas, Gatot Subagio, membuktikan bahwa keterbatasan fisik sama sekali bukan sekat untuk menebar kemanfaatan bagi sesama.
Melalui gerakan yang dikomandoinya, Gatot Peduli Sosial, ia menggelar acara sederhana di rumahnya dengan memuliakan anak-anak yang kehilangan orang tua dan Duafa di lingkungan sekitar.
Menggandeng media online Ketik.com dan komunitas Angkling Darmo Bojonegoro, aksi kolaborasi ini sukses mengukir senyum di wajah anak yatim dan duafa setempat. Duduk bersama ala kadarnya di hadapan Kepala Desa Kedungharjo, suasana santunan pada siang hari itu berlangsung sangat sederhana namun sarat akan khidmat.
Tidak banyak, lima anak yatim dan lima duafa menerima bingkisan serta santunan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh tangan Gatot dengan didampingi oleh komunitas Angkling Darmo Bojonegoro.
Baca Juga:
Ketua TP PKK Lebak Tinjau Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Milik Irfan di Cijoro LebakBagi Gatot, momentum mulia Maulid Nabi Muhammad SAW adalah sebuah panggilan jiwa yang tidak boleh terlewatkan. Menyayangi anak yatim baginya adalah bentuk manifestasi cinta paling nyata kepada sang Rasul, sang kekasih Allah yang juga lahir sebagai seorang yatim.
"Memang belum banyak yang kami bagikan, tetapi semangat cinta kelahiran Nabi Muhammad SAW dan niat memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di lingkungan sekitar lebih utama," ujar Gatot
Ia memandang aksi peduli sosial bukan sekadar agenda musiman, melainkan sebuah langkah awal transformatif. Dengan menggandeng media massa seperti Ketik.com, Gatot berharap virus kebaikan bisa terpapar lebih luas di era digital, sekaligus mengetuk hati para penggerak sosial lain di masa depan.
"Alhamdulillah, kami bisa silaturahmi dan berbagi kasih sayang dengan adik-adik yatim dan duafa di desa. Bukan sekadar materi. Niat tulus kami meneruskan ajaran Rasulullah. Terima kasih untuk donatur, komunitas Angkling Darmo dan media Ketik.com yang bersedia berkolaborasi, semoga menjadi amal jariyah dan memotivasi yang lain," imbuhnya optimis.
Baca Juga:
Direksi SIER Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, Dapat Pujian Soal Keamanan KawasanPerwakilan Media Ketik.com Biro Kabupaten Tuban, Ahmad Istihar, menegaskan bahwa pers di masa sejarang harus bergerak lebih dinamis.
Media tidak boleh hanya menjadi menara gading yang sekadar mengetik informasi secara kaku, melainkan wajib menjadi agen perubahan menyentuh akar rumput. Terlebih, ketika niat baik tersebut datang dari lapisan masyarakat berkebutuhan khusus yang memiliki ketulusan luar biasa.
"Kolaborasi adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami. Ketik.com ingin memberi manfaat langsung dan hadir di tengah publik yang membutuhkan. Niat baik harus kita dukung. Insyaallah berbagi sosial akan terus kami lanjutkan ke depan. Doakan semoga Istiqomah," jelasnya
Ketulusan gerakan Gatot peduli pun memantik rasa haru pihak pemerintah desa setempat. Kepala Desa Kedungharjo, H. Zubaidi, mengaku sangat terharu sekaligus bangga menyaksikan gerakan kebaikan yang diinisiasi oleh Gatot di bulan mulia ini.
Menurutnya, aksi santunan yatim dan duafa sangat menyentuh dan patut menjadi teladan bagi gerakan sosial lainnya.
Di mata H. Zubaidi, kehadiran sosok Gatot di tengah-tengah warganya dinilai menjadi khotbah lisan sekaligus teladan nyata tentang arti bersyukur dan berbagi sesungguhnya.
"Keterbatasan fisik terbukti kalah oleh luasnya hati yang dipenuhi rasa cinta kepada sesama dan Rasulullah," jelasnya
Dalam acara yang dikemas peringatan Maulid Nabi Muhammad saw secara sederhana berlangsung penuh keharuan. Kegiatan diakhiri pembacaan Mahallul Qiyam. Sembari berdiri menghormati ruh agung sang Nabi, ditutup dengan doa dipanjatkan secara khusyuk.
Memohon agar para donatur Gatot Peduli dilimpahkan keberkahan rezeki, serta berharap anak-anak yatim di Desa Kedungharjo Bangilan kelak tumbuh menjadi generasi saleh, Sholehah, berprestasi, dan mandiri di masa depan.(*)