KETIK, JEMBER – Kabupaten Jember mencatat penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 15.990 jiwa pada Maret 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, jumlah penduduk miskin turun dari 216.760 jiwa pada Maret 2025 menjadi 200.770 jiwa setahun kemudian.
Capaian tersebut menempatkan Jember sebagai kabupaten/kota dengan penurunan jumlah penduduk miskin terbesar di Jawa Timur. Jember juga bergeser dari posisi kedua menjadi peringkat ketiga daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di provinsi tersebut.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Malang masih menempati posisi pertama dengan 233.800 penduduk miskin, disusul Kabupaten Sampang sebanyak 202.590 jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk miskin di Jember tercatat sebanyak 200.770 jiwa.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut positif capaian tersebut. Ia menilai penurunan jumlah penduduk miskin menjadi tanda bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Jember mulai menunjukkan hasil.
"Alhamdulillah, Jember hari ini sudah on the track. Selama bertahun-tahun kemiskinan kita selalu nomor dua secara absolut di Jawa Timur, dalam sejarahnya hari ini kita sudah on the track ada perbaikan, kita tidak nomor dua lagi, tapi sudah nomor tiga dengan adanya penurunan kemiskinan yang cukup signifikan di Kabupaten Jember," kata Gus Fawait, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga:
Gus Fawait Raih Metropolitan Awards 2026 Berkat Inovasi Layanan Kesehatan HomecareMenurut Fawait, perbaikan kondisi ekonomi Jember turut didukung peningkatan belanja pemerintah melalui APBD maupun APBN, serta tren investasi yang semakin positif sepanjang 2025 hingga 2026. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan sektor swasta.
Fawait juga mengaitkan penurunan kemiskinan dengan pelaksanaan sejumlah program prioritas Pemkab Jember. Di sektor kesehatan, pemerintah daerah menyediakan layanan pengobatan melalui Universal Health Coverage (UHC), Home Care untuk mendatangi warga yang membutuhkan, serta Mobil Cinta yang mengantar pasien dari rumah sakit ke rumah secara gratis.
Pemkab Jember juga mengalokasikan beasiswa bagi sekitar 11.000 mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan. Fawait menilai program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pendidikan berskala besar di tingkat kabupaten/kota.
Selain kesehatan dan pendidikan, pemerintah daerah menjalankan intervensi ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat. Upaya itu meliputi pasar murah, program Bunga Desaku yang menyediakan paket sembako, serta penyaluran bantuan pangan.
Baca Juga:
Gus Fawait Target Layani 10.000 Pasien Se-Jatim Lewat Bakti Sosial Kesehatan"Berbagai intervensi pasar murah, program Bunga Desaku yang menyediakan paket sembako, serta penyaluran bantuan pangan terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi," tuturnya.
Meski jumlah penduduk miskin menurun, Fawait mengingatkan bahwa capaian tersebut belum menjadi akhir dari upaya pengentasan kemiskinan. Ia menyebut persentase penduduk miskin Jember berada di kisaran 8 persen, lebih rendah daripada rata-rata Jawa Timur.
Pemkab Jember menargetkan jumlah penduduk miskin turun hingga di bawah 200.000 jiwa pada 2027. Pemerintah daerah akan melanjutkan berbagai program yang dinilai dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan memperluas akses terhadap layanan dasar.
Fawait berharap penurunan kemiskinan secara berkelanjutan dapat mengubah posisi Jember dalam peta kemiskinan Jawa Timur. Ia juga menyatakan target tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. (*)