KETIK, MALANG – MUI Kota Malang mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk menggelar salat Istisqa serempak. Imbauan tersebut merespon kemarau panjang, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi di Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) agar setiap daerah melaksanakan salat Istisqa.
"Isi SE Gubernur Jatim, mengimbau kepada semua elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan Islam seperti NU, Muhammadiyah, MUI, dan lainnya. Untuk menginisiasi salat istisqa karena ada laporan di beberapa daerah Jatim yang darurat air," ujar Ketua MUI Kota Malang, Isroqunnajah, Jumat, 23 Oktober 2026.
Gus Is mengaku akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Terutama organisasi maupun instansi yang memiliki banyak basis massa sehingga dapat menghimpun lebih banyak masyarakat.
"Kami akan segera mengoordinasikan kepada pihak-pihak terkait terutama di MUI. Tetapi karena MUI itu tidak punya basis massa, maka kembalinya ke organisasi sosial kemasyarakatan atau ke lembaga pendidikan di antaranya sekolah-sekolah dan ponpes," ungkapnya.
Baca Juga:
Usai Lantik 176 Pejabat, Wahyu Hidayat Targetkan Isi Jabatan Kosong Pemkot MalangMenurut Gus Is, salat Istisqa sangat memungkinkan digelar serempak di ruang terbuka, salah satunya Stadion Gajayana. Salat Istisqa juga menjadi momen bagi masyarakat untuk instropeksi diri atas kemarau yang berkepanjangan.
"Saya kira ini sesuatu yang perlu kami muhasabbah, instrospeksi diri, mengapa kemarau tahun ini berkepanjangan. Tentu ada sebab dan akibat. Kalau secara normatif ini karena perilaku kita," tegasnya.
Terlebih sudah banyak keluhan yang disampaikan oleh masyarakat di berbagai wilayah terkait dampak kemarau panjang. Ditambah dengan bencana kebakaran yang terus menghiasi pemberitaan di media mainstream hingga media massa.
"Ikhtiar kita seolah memperlihatkan kepada Allah, ini hamba-hambamu yang juga butuh air hujan. Tetapi jika skala besar tidak memungkinkan, saya kira kami akan memotivasi kepada lembaga pendidikan. Alternatif sementara itu. Nanti saya akan coba komunikasikan dengan Pak Wali Kota Malang," pungkasnya.(*)