KETIK, BATU – RKW (14), siswa SMP Negeri 2 Kota Batu dikabarkan meninggal dunia usai menjadi korban dugaan pengeroyokan teman sekolah. Sang adik, R (14) menceritakan penyebab korban dikeroyok oleh teman sekolah.

Menurut R, dugaan pengeroyokan itu bermula dari korban RKW mengirim file melalui aplikasi WhatsApp untuk dicetak kepada salah satu tersangka pengeroyokan pada Selasa (28/5/2024) malam.

Namun, tersangka menolak sambil berkata kasar ke korban. Dari situlah kemudian keduanya terlibat cekcok melalui pesan singkat.

"Korban menanggapi dengan santai. Tersangka chat kasar tapi korban menjawab santai. Lama-lama tersangka berkata kasar. Namun korban hanya menjawab sekali dengan kata kasar," katanya, Jumat (31/5/2024).

Keesokan harinya, Rabu (29/5/2023), tersangka mengajak korban berkelahi setelah pulang sekolah. Menurut R, korban telah menolak ajakan berkelahi tersebut. 

Baca Juga:
Polisi Usut Dugaan Penipuan Stan PKL Alun-Alun Kota Batu, Korban Jalani Pemeriksaan

"Sempat pulang setelah sekolah. Kemudian bilang ke orang tua kerja kelompok. Terus sama ibu diantar ke Pandan," tambahnya 

Sementara Kasatreskrim Polres Batu AKP Rudi Kuswoyo mengaku telah mengamankan 5 tersangka anak yang diduga melakukan pengeroyokan tersebut. Kelima anak tersebut berasal dari sekolah yang berbeda. 

"Sebelumnya, ada anak berhadapan dengan hukum memberikan keterangan terduga ini masih di bawah umur. Saat ini kami juga sedang melakukan pendalaman," jelasnya.

Menurutnya, saat ini autopsi jenazah korban sedang berlangsung untuk mengetahui penyebab kematian korban. Kejadian pengeroyokan tersebut berlangsung di suatu kawasan di Dusun Srebet Desa Pesanggrahan.

Baca Juga:
Dugaan Penipuan Stan PKL Alun-Alun Kota Batu, Korban Diperiksa Polisi

"Kami telah mengolah TKP. Dari keterangan anak, mereka kerja kelompok kemudian diajak ke TKP. Masih kita dalami permasalahan apa dan pemeriksaan. Tidak ada barang bukti diamankan," jelasnya.(*)