KETIK, SURABAYA – Ketua Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Jawa Timur, Muhammad Fawait menghadiri pelantikan Pengurus Cabang TIDAR Kota Surabaya dan pelatihan Tunas I dan II TIDAR Surabaya, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Surabaya Suites Hotel, Jalan Plaza Boulevard, Surabaya, tersebut menjadi bagian dari agenda kaderisasi organisasi untuk membekali generasi muda dengan pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan.
Dalam kegiatan itu, Gus Fawait -sapaan akrabnya- menekankan pentingnya kaderisasi sebagai proses jangka panjang. Ia mengatakan generasi muda membutuhkan ruang untuk belajar berorganisasi, membangun karakter, meningkatkan kapasitas, serta memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
"TIDAR adalah kawah candradimuka calon pejuang Partai Gerindra masa depan dan kawah candradimuka pemimpin masa depan," ujar politisi muda yang juga menjabat sebagai Bupati Jember ini.
Menurut Fawait, kaderisasi tidak berhenti pada pengembangan kemampuan organisasi. Proses tersebut juga perlu membentuk karakter dan memberikan pengalaman kepada kader agar mampu menjalankan tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan publik.
Baca Juga:
Pendapatan Jember 2027 Ditargetkan Rp4,52 Triliun, Belanja Daerah Capai Rp5,5 TriliunIa kemudian mengaitkan proses kaderisasi TIDAR dengan tekad Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia menuju Indonesia Emas. Fawait meminta kader menjadikan arah tersebut sebagai salah satu pijakan dalam menjalani proses di organisasi.
"Saya berpesan bahwa tekad Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia menuju Indonesia Emas dan arahan Ketua Umum TIDAR, Sis Rahayu, betul-betul menjadi pondasi kita berproses di TIDAR," kata Gus Fawait.
Fawait juga mendorong kader TIDAR untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat karakter. Ia menekankan agar kemampuan berorganisasi berjalan bersama dengan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
"Kita harus terus membangun kapasitas, memperkuat karakter, dan pada akhirnya hadir untuk membela wong cilik yang selama ini termarjinalkan," ujarnya.
Baca Juga:
Penataan Lapak Pasar Tanjung Jember, Gus Fawait Tegaskan Ikuti Aspirasi PedagangIa menilai kepemimpinan tidak terbentuk secara instan. Karena itu, kaderisasi perlu memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk belajar, menjalankan tanggung jawab organisasi, dan berinteraksi secara langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.
Fawait juga menilai penguatan organisasi hingga tingkat cabang menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Kaderisasi yang berjalan secara berkelanjutan diharapkan dapat membekali generasi muda sebelum mereka mengambil peran dan tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan publik.
Pelatihan Tunas I dan II menjadi salah satu sarana kaderisasi TIDAR Surabaya. Kegiatan tersebut memberikan pembekalan politik dan organisasi kepada kader muda sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan mereka.
Panitia mengangkat tema "Revitalisasi Gerakan Pemuda; Mengukuhkan TIDAR sebagai Lokomotif Kepemimpinan dan Network Pembangunan Daerah" dalam kegiatan tersebut. Tema itu menyoroti peran generasi muda dalam penguatan organisasi, kepemimpinan, dan pembangunan daerah.
Ketua TIDAR Surabaya Rivaldo Fabiansa Romadona mengatakan pelatihan Tunas I dan II juga menjadi bagian dari pendidikan politik bagi kader muda.
"Acara hari ini adalah untuk pelatihan Tunas I dan II. Yang pertama adalah pendidikan politik untuk kader-kader kita. Tujuannya tentu juga untuk terus mendorong Partai Gerindra," ujar Rivaldo.
Pelatihan tersebut diikuti peserta dari sejumlah daerah. Selain Surabaya, peserta berasal dari Mojokerto, Sidoarjo, dan Gresik.
Pengurus Pusat TIDAR dan TIDAR Jawa Timur turut mengisi materi dalam pelatihan tersebut. Materi diarahkan untuk memberikan pembekalan kepada kader dalam aspek organisasi, politik, dan kepemimpinan. (*)