KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menargetkan 10.000 pasien mendapatkan layanan kesehatan gratis hingga akhir Desember 2026. Program ini tidak hanya menyasar warga Jember, tetapi juga masyarakat dari kabupaten lain di Jawa Timur.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan komitmen tersebut setelah menghadiri bakti sosial kesehatan di RSD dr. Soebandi Jember, Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-75 Presiden Prabowo Subianto.

Fawait mengatakan, perluasan layanan kesehatan gratis tersebut merupakan bentuk kepedulian Jember terhadap masyarakat Jawa Timur. Ia berharap warga di luar Jember juga bisa merasakan manfaat program tersebut.

"Jadi, Jember ini adalah kabupaten yang juga punya tetangga. Maka, saya pikir salam cinta dari Jember untuk Jawa Timur. Ini murni ungkapan cinta dari Kabupaten Jember untuk masyarakat Jawa Timur," kata dia.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengungkapkan keinginannya untuk memperluas layanan serupa hingga tingkat nasional. Namun, keterbatasan kapasitas fiskal daerah membuat Pemkab Jember belum mampu mewujudkan cakupan seluas itu.

Baca Juga:
Gus Fawait Raih Metropolitan Awards 2026 Berkat Inovasi Layanan Kesehatan Homecare

Ia memastikan Pemkab Jember tidak menggunakan APBD untuk membiayai pelayanan bagi pasien dari luar daerah. Menurut dia, pemerintah daerah telah mendiskusikan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sebelum menjalankannya.

"Bagi pasien yang di luar Kabupaten Jember, enggak usah khawatir, kita enggak pakai APBD. Yang jelas bahwa insyaallah semua kegiatan kami, sudah kita diskusikan sebelum kita bikin kebijakan," tuturnya.

 

Lengkapi Layanan UHC dengan Bakti Sosial

Baca Juga:
Antrean BBM di Jember Mengular, Gus Fawait Terapkan WFH ASN pada Jumat dan Senin

Gus Fawait menjelaskan, bakti sosial kesehatan menjadi pelengkap program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang telah dijalankan Pemkab Jember. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah ingin menjangkau masyarakat yang belum memperoleh atau belum memanfaatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Sejumlah layanan dalam bakti sosial itu mencakup operasi bibir sumbing, operasi katarak, hingga pemberian kacamata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Gus Fawait, program UHC Prioritas perlu didukung kegiatan tambahan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama mereka yang belum mengetahui atau belum mengakses layanan yang tersedia.

"Mungkin ada orang yang ketika mereka ditangani secara normal, mereka tidak tahu sehingga tidak mengikuti. Maka kita juga melengkapi pelayanan kesehatan di Jember ini dengan bakti sosial," ujarnya.

 

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Selain memperluas layanan kesehatan, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember akan terus meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah program di sektor pendidikan dan administrasi kependudukan.

"Mulai dari pendidikan, revitalisasi sekolah, beasiswa, dilengkapi tahun depan seragam. Kemudian, kesehatan gratis UHC, Homecare, Mobil cinta, termasuk pelayanan Adminduk," tegasnya.

Ia menilai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas pemerintah daerah sebelum berfokus pada pembenahan infrastruktur.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Jember berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan sesuai kebutuhan mereka. (*)