KETIK, PACITAN – Guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMK Negeri 3 Pacitan mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dengan melibatkan petugas Puskesmas Pringkuku, Kamis, 22 Oktober 2026.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta karena memberikan kemudahan akses pemeriksaan kesehatan tanpa harus mengantre lama.

Pelaksanaan CKG dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti guru serta tenaga kependidikan SMKN 3 Pacitan dan SMA Negeri 1 Pacitan.

Para peserta mengikuti tahapan pemeriksaan dengan antusias sebagai upaya mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini terhadap potensi masalah kesehatan.

Kepala SMKN 3 Pacitan, Aris Sunarno, mengapresiasi partisipasi para guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga:
Dua Hari di Pacitan, Khofifah Resmikan Jalan, Salurkan Bantuan, hingga Pimpin Upacara Hari Santri

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada petugas Puskesmas Pringkuku yang telah memberikan pelayanan selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Terima kasih pada semua GTK SMKN 3 dan SMAN 1 Pacitan yang dengan antusias mengikuti semua tahapan cek dan petugas dari Puskesmas Pringkuku melayani dengan sabar,” ujar Aris.

Menurut Aris, pemeriksaan kesehatan penting bagi tenaga pendidik agar kondisi tubuh dapat diketahui sejak dini.

Ia berharap program CKG di lingkungan pendidikan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga guru dan tenaga kependidikan memiliki kesempatan untuk memantau kesehatannya di tengah aktivitas pekerjaan.

Baca Juga:
Keluar Gang, Honda Supra Diseruduk Kharisma di Dadapan Pacitan, Lansia 70 Tahun Tewas

“Semoga dengan CKG di lingkup pendidikan terus berlanjut untuk memastikan para pendidik dapat deteksi dini kesehatannya,” imbuhnya.

Momen mengantre guru dan tenaga kependidikan mengikuti program CKG, Kamis, 22 Oktober 2026.

Apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut juga disampaikan Yusuf Rahmad (57), guru matematika SMKN 3 Pacitan.

Ia mengaku senang karena pemeriksaan kesehatan dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah sehingga peserta tidak perlu mengantre lama untuk mendapatkan pelayanan.

Menurut Yusuf, pelaksanaan CKG di sekolah terasa nyaman dan tidak dipungut biaya.

Ia juga menilai petugas kesehatan memberikan pelayanan dengan ramah dan kooperatif selama proses pemeriksaan.

"Semoga bisa berlanjut dan program sukses," ungkapnya.

Program CKG tersebut merupakan bagian dari agenda Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan yang menyasar karyawan instansi serta civitas akademika.

Berdasarkan surat Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan bernomor 400.7.10/2023/408.36/2026 tentang Cek Kesehatan Gratis, instansi dan lembaga pendidikan diminta berpartisipasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dalam surat tersebut, peserta diimbau membawa kartu tanda penduduk (KTP) atau identitas diri saat mengikuti pemeriksaan.

Sementara itu, instansi yang menjadi lokasi kegiatan diminta menyediakan sarana dan prasarana pendukung agar pelayanan dapat berjalan lancar.

Setelah pelaksanaan di SMKN 3 Pacitan dan SMAN 1 Pacitan, agenda CKG dijadwalkan berlanjut ke SMKN 1 Pacitan pada Jumat, 23 Oktober 2026 serta sejumlah instansi lainnya.

Melalui pelaksanaan CKG, deteksi dini diharapkan semakin mudah dijangkau, termasuk oleh guru dan tenaga kependidikan.

"Kemudahan layanan di lingkungan sekolah kami harapkan dapat mendorong lebih banyak tenaga pendidik untuk memeriksakan kesehatan secara berkala," ungkap Aris Sunarno menutup.(*)