KETIK, BONDOWOSO – Gerakan literasi di Kabupaten Bondowoso kembali menggeliat. Bukan sekadar mengajak masyarakat gemar membaca, para guru yang tergabung dalam Komunitas Yuk Menulis kini mengambil langkah lebih jauh dengan menghimpun karya dan gagasan mereka dalam sebuah buku bersama.

Gagasan tersebut disampaikan saat Komunitas Yuk Menulis bersilaturahmi dengan Bunda Bupati Bondowoso Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah dan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid di Peringgitan Pendopo Bupati Bondowoso, Senin (7/9/2026).

Pertemuan itu menjadi momentum bagi para guru untuk memaparkan sejumlah agenda yang tengah disiapkan, khususnya dalam penguatan budaya literasi dan kepenulisan di kalangan pendidik.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah rencana menerbitkan buku yang menghimpun karya para guru Bondowoso. Buku tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang untuk menuangkan pengalaman, pemikiran, kreativitas, hingga gagasan para pendidik dalam bentuk karya yang dapat dinikmati masyarakat.

Tak hanya mengajak para guru berkontribusi, Komunitas Yuk Menulis juga meminta Bunda Bupati Khodijatul Qodriyah turut ambil bagian dalam proyek literasi tersebut. Ia diharapkan menyumbangkan sebuah puisi untuk melengkapi karya bersama yang akan diterbitkan.

Baca Juga:
Antrean BBM Mengular di Bondowoso, DPRD Ungkap Biang Keroknya: Bukan Langka, Distribusi Terlambat

Langkah komunitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan mereka menghadapi lomba literasi tingkat Jawa Timur. Targetnya jelas, membawa karya guru Bondowoso keluar dari lingkup daerah dan bersaing di panggung regional.

 Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah menyambut positif semangat tersebut. Menurutnya, keterlibatan guru dalam dunia kepenulisan dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem literasi yang lebih hidup di Bondowoso.

“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi semangat para guru yang terus berkarya melalui literasi dan kepenulisan. Semoga Komunitas Yuk Menulis dapat terus berkembang dan menjadi wadah yang berkesinambungan dalam melahirkan karya-karya positif,” ujarnya.

Ia menilai gerakan yang dibangun Komunitas Yuk Menulis sejalan dengan program Bulida, Bulika, dan Bulisa yang didorong untuk memperkuat budaya literasi di Bondowoso. “Terus berkarya dan semoga sukses membawa nama baik Bondowoso di tingkat Jawa Timur,” pesannya.

Baca Juga:
Kebakaran Pecah di Jampit, Kapolres Bondowoso Pimpin Perburuan Titik Api

Bagi Komunitas Yuk Menulis, buku yang tengah dipersiapkan bukan sekadar kumpulan tulisan. Lebih dari itu, karya tersebut menjadi upaya mendokumentasikan suara para guru sekaligus menunjukkan bahwa pendidik memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan dan karya di luar aktivitas pembelajaran.

Semangat tersebut diharapkan terus berkembang menjadi gerakan literasi yang berkelanjutan. Dari ruang kelas, para guru Bondowoso kini mencoba membuka jalan menuju panggung yang lebih luas: menjadikan tulisan sebagai karya, karya sebagai inspirasi, dan literasi sebagai kekuatan untuk mengangkat nama Bondowoso di tingkat Jawa Timur. (*)