KETIK, LEBAK – Pembongkaran gate parkir di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Sabtu (31/10/2026) malam sempat memunculkan pertanyaan. Sejumlah pekerja terlihat membongkar mesin dan tiang penyangga di pintu masuk parkir hingga material berserakan.

Ternyata, pembongkaran malam-malam itu berkaitan dengan pergantian pengelola parkir.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, akhirnya memberikan penjelasan.

Menurut Yani, pembongkaran tersebut merupakan bagian dari proses transisi pengelolaan. Masa kontrak pengelola lama diketahui berakhir pada 31 Oktober 2026.

"Memang sudah menjadi bagian dari proses pergantian pengelola. Tanggal 31 Oktober masih menjadi hak pengelola lama, sedangkan mulai tanggal 1 November hak pengelolaan sudah beralih kepada pengelola baru. Karena itu, pembongkaran dilakukan malam ini," kata Yani kepada Ketik.com.

Baca Juga:
Jalan Bhakti Manunggal Selahaur Rangkasbitung Mulai Diaspal Hotmix, DPUPR Lebak Lakukan Pemeliharaan Rutin

Ia menjelaskan, mulai 1 November 2026, pengelolaan parkir Pasar Rangkasbitung resmi beralih kepada pemenang lelang baru, yakni PT MIP. Proses peralihan membutuhkan persiapan teknis, termasuk pengadaan peralatan oleh pengelola baru.

Sebelumnya, Disperindag Lebak memang telah menggelar lelang pengelolaan parkir Pasar Rangkasbitung dan telah mengumumkan pemenangnya pada bulan lalu.

Dengan beralihnya pengelolaan kepada PT MIP, Pemkab Lebak berharap ada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir, sekaligus pembenahan sistem dan fasilitas.

"Kami berharap pengelola yang baru ini bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. Harapannya, pengelolaan parkir ke depan juga bisa berjalan lebih baik dibandingkan sebelumnya," ujar Yani.

Baca Juga:
Gate Parkir Pasar Rangkasbitung Dibongkar Malam-malam, Ada Apa?

Pemerintah juga menekankan pentingnya optimalisasi pintu masuk-keluar kendaraan, penataan kantong parkir, serta transparansi tarif sesuai ketentuan resmi agar tidak menimbulkan keluhan masyarakat. (*)