KETIK, SAMPANG – PT BPR Syariah Sampang (Perseroda) atau Bank Sampang kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung nasional. Dalam rentang waktu kurang dari satu bulan, bank milik Pemerintah Kabupaten Sampang ini sukses memboyong tiga penghargaan bergengsi sekaligus.
Terbaru, pada Kamis, 8 Oktober 2026, Bank Sampang meraih predikat kinerja Sangat Bagus dalam rating tahunan yang dirilis Majalah Infobank berdasarkan Laporan Keuangan 2025.
Dalam ajang Infobank Sharia Award 2026 tersebut, BPRS yang dipimpin Dr. Syaifullah Asyik ini menyabet dua kategori penghargaan, yakni:
- The Best Performance Sharia Rural Economic Bank 2026 (Asset Class IDR 250 to <500 Billion).
- Yearly Performance Sharia Rural Economic Bank 2026.
Baca Juga:
Syaifullah Asyik Sabet Gelar Doktor, Dirut PT GSM Tamsul Optimistis Perekonomian Sampang MelesatBank Sampang mencatatkan skor impresif 97,90, sekaligus menempati peringkat pertama di antara 20 BPRS nasional pada kelompok aset Rp250 miliar hingga kurang dari Rp500 miliar.
Pencapaian ini melengkapi prestasi sebelumnya pada Rabu, 9 September 2026, ketika Bank Sampang dianugerahi penghargaan Regional Banking Transformation Leader pada ajang 9.9 Awarding Ketik.com.
Direktur Utama BPR Syariah Sampang, Dr. Syaifullah Asyik, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, DPRD Sampang, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan berkelanjutan terhadap ekspansi bisnis perseroan.
"Terima kasih kepada Bapak Bupati H. Slamet Junaidi, DPRD Sampang, dan seluruh stakeholder yang terus mendukung kegiatan bisnis kami agar tumbuh sehat dan berkelanjutan," ujarnya kepada jurnalis ketik.com. Jumat, 9 Oktober 2026.
Baca Juga:
Raih Gelar Doktor di Unair, Syaifullah Asyik Komitmen Dorong Kemajuan Ekonomi Daerah Melalui Bank SampangIa menambahkan, keberhasilan ini juga berkat dedikasi seluruh karyawan serta kepercayaan masyarakat dan nasabah yang menjadi bagian penting dari kemajuan ekonomi daerah.
Ke depan, Dr. Syaifullah Asyik menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis Bank Sampang tidak hanya berfokus pada akumulasi kinerja keuangan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
"Kami memiliki produk khusus UMKM berbasis akad rahn dengan biaya yang lebih terjangkau. Produk ini dirancang untuk mendorong para pelaku usaha agar dapat berkembang dan naik kelas," pungkasnya. (*)