KETIK, BANDUNG – Dua musibah kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan di Kabupaten Bandung sama-sama diduga dipicu korsleting listrik. Kondisi itu membuat Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta persoalan instalasi listrik di permukiman dievaluasi secara lebih menyeluruh.
Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) saat meninjau lokasi kebakaran di Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Senin 14 September 2026. Menurut dia, evaluasi tidak cukup dilakukan hanya pada rumah yang mengalami kebakaran, tetapi perlu melihat kondisi jaringan listrik di lingkungan masyarakat.
“Makanya saya akan mengundang PLN bersama DPRD untuk mengevaluasi kabel-kabel listrik yang ada di Kabupaten Bandung,” kata KDS.
Ia menyoroti kondisi jaringan listrik yang sudah berusia cukup lama. Di sejumlah kawasan, kata dia, kabel listrik bisa telah digunakan selama 20 hingga 30 tahun dan mengalami berbagai persoalan, termasuk sambungan kabel maupun kerusakan akibat gigitan tikus.
Menurut KDS, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena kerusakan instalasi listrik dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman. “Jangan sampai terjadi lagi hal-hal seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga:
Kredit UMKM Jabar Tembus Rp192,63 Triliun, Segmen Mikro Justru TertekanPersoalan keselamatan listrik juga tidak hanya berkaitan dengan jaringan di luar rumah. KDS mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penggunaan listrik di dalam rumah, terutama ketika meninggalkan tempat tinggal.
Ia mengimbau warga memastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan dalam kondisi mati atau dicabut sebelum bepergian.
Langkah evaluasi tersebut menjadi perhatian Pemkab Bandung setelah sebelumnya kebakaran juga terjadi di Kampung Limus, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet. Dalam peristiwa itu, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan pemerintah bersama BAZNAS Kabupaten Bandung menyiapkan penanganan bagi keluarga terdampak.
Di Arjasari, KDS mengatakan Pemkab Bandung bersama BAZNAS dan pemerintah desa akan memperbaiki tiga rumah warga yang terdampak. Sementara kebutuhan tempat tinggal sementara akan dibantu melalui bantuan kontrakan selama tiga bulan.
Baca Juga:
Bupati KDS Buka Ruang Koreksi DPRD untuk Perkuat RAPBD 2027Namun, bagi KDS, penanganan korban tidak boleh berhenti pada bantuan pascakebakaran. Pencegahan menjadi pekerjaan berikutnya agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Karena itu, evaluasi instalasi listrik bersama PLN dinilai penting untuk memetakan potensi kerawanan, terutama pada jaringan lama dan lingkungan permukiman yang padat. “Kita akan terus hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan atau musibah,” kata KDS.(*)