KETIK, SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya memuji inovasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yang baru saja meluncurkan Bersama Urus Kelahiran dan Identitas Anak, Jejaring Lintas Layanan Kependudukan dan Kesehatan (Bunda Jelita).

Inovasi layanan Bunda Jelita ini merupakan program yang mengintegrasikan pendampingan keluarga dan pengurusan administrasi kependudukan sejak masa kehamilan.

Pujian apresiasi mengenai layanan Bunda Jelita dari Dispendukcapil Surabaya ini disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno. Menurutnya, Bunda Jelita merupakan inovasi dan solusi dalam melakukan administrasi kependudukan, mulai masa kehamilan hingga setelah bayi lahir.

"Ini inovasi yang sangat baik. Pelayanan tidak hanya hadir setelah bayi lahir, tetapi sudah dipersiapkan sejak masa kelahiran. Pelayanan ini juga menjawab kebutuhan masyarakat terutama persiapan administrasi kependudukan," kata Anas Karno, Senin, 21 September 2026.

Pelayanan ini, menurut Anas merupakan bentuk hadirnya negara, melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam melayani warganya, memangkas waktu mengurus dokumen kependudukan.

Baca Juga:
DPRD Surabaya Desak Pemkot Hidupkan Sport Tourism di GBT: Biar Tak Cuma Ramai Laga Persebaya

"Akta kelahiran merupakan identitas pertama seorang anak. Dokumen kependudukan itu, akses terhadap berbagai layanan publik menjadi lebih mudah. Semakin cepat dokumen anak diterbitkan, semakin baik," jelasnya.

Selain mengapresiasi Bunda Jelita, Anas juga memberikan apresiasi terhadap kolaborasi Disdukcapil dengan 66 rumah sakit, 136 praktik bidan mandiri dan 63 puskesmas.

Mereka, sejumlah fasilitas kesehatan itu sudah bergabung untuk menjalankan inovasi Bunda Jelita yang baru saja diluncurkan oleh Dispendukcapil Surabaya.

"Jangan sampai inovasinya sudah bagus tetapi belum diketahui masyarakat. Kami di DPRD mendorong layanan seperti ini terus diperkuat, dievaluasi dan dipastikan benar-benar dirasakan manfaat oleh warga," tukasnya. (*)

Baca Juga:
Penduduk Lebih dari 3 Juta Jiwa, DPRD Surabaya Kaji Penambahan 5 Kursi Legislatif