KETIK, MALANG – Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendelegasikan dosennya, Rizka Amaliah, M.Pd., sebagai salah satu juri Lomba Bercerita dalam rangka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) III PERSTIBI. Gelaran tahunan nasional yang melibatkan sekolah tiga bahasa dari seluruh Indonesia ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom dengan Xin Zong School Surabaya sebagai tuan rumah.
Rizka Amaliah, yang juga merupakan founder Saung Kanak Nusantara, komunitas yang bergerak di bidang literasi sastra anak, bertugas bersama Kak Hilmi dari Kampung Dongeng Surabaya dan Kak Ahmad dari AHAKids Batu, Malang. Ketiga juri menilai penampilan peserta yang terbagi dalam tiga kategori berdasarkan jenjang kelas sekolah dasar.
Kompetisi ini diikuti oleh 62 peserta, terdiri atas 21 anak kategori A (kelas 1–2 SD), 21 anak kategori B (kelas 3–4 SD), dan 20 anak kategori C (kelas 5–6 SD). Perlombaan berlangsung dalam satu babak, diawali dengan pengenalan dewan juri dan dilanjutkan dengan penampilan peserta secara bergiliran. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 15.30 WIB. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan secara serentak bersama hasil perlombaan lain dalam rangkaian Porseni III PERSTIBI.
Rizka mengapresiasi potensi para peserta yang tampil dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, lomba bercerita tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan keterampilan bertutur.
“Agenda ini sungguh luar biasa. Karena diselenggarakan secara daring, maka peserta dari berbagai wilayah di Indonesia bisa terlibat sebagai peserta secara maksimal. Banyak sekali peserta yang potensial dan perlu diasah bakatnya lebih lanjut. Semoga catatan dewan juri bisa menjadi penyulut semangat sekaligus pemantik untuk bisa produktif dan tampil lebih memukau ke depannya,” ungkap Rizka.
Baca Juga:
Syukuran Hari Santri, UIN Malang Borong UMKM Sajikan Makan Gratis untuk MahasantriKeterlibatan dosen Fakultas Syariah UIN Malang dalam kompetisi tingkat nasional ini menjadi salah satu bentuk partisipasi sivitas akademika dalam mendukung pengembangan potensi anak, khususnya di bidang seni bertutur dan literasi sastra anak. Partisipasi tersebut juga memperluas kontribusi dosen dalam kegiatan edukatif dan kebudayaan yang melibatkan berbagai lembaga pendidikan.