KETIK, SURABAYA – Direksi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) melakukan kunjungan ke sejumlah tenant dalam rangkaian kegiatan BOD Visit Tenant. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SIER memperkuat hubungan dengan tenant sekaligus menggali masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan kawasan industri.
Kunjungan diawali dengan pertemuan di PT HM Sampoerna Tbk. Selanjutnya, rombongan direksi SIER berdialog dengan PT Golden Tulip Pratama di Wisma SIER. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke PT Anugerah Pharmindo Lestari dan ditutup di PT Filtrona Manufacturing Indonesia.
Direksi SIER yang mengikuti kunjungan tersebut yakni Direktur Utama PT SIER Alif Abadi, Direktur Kelembagaan Ahmad Fahrudin, Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko Rizka Syafittri Siregar, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Jefri Ikhwan Ma’arif, serta Direktur Operasi Yohanes Deddy Setiawan. Turut mendampingi Kepala Divisi Manajemen Kawasan SIER M Afifuddin, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Yogi Widi Kurniawan, dan Plt Kepala Divisi Pemasaran Dedi Apriyanto.
Direktur Utama PT SIER Alif Abadi mengatakan, kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga kesempatan bagi manajemen untuk mendengar langsung berbagai masukan dari tenant.
“Kami ingin hadir langsung, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan masukan dari tenant. Dari sini kami bisa mengetahui apa yang perlu kami perbaiki dan tingkatkan, sehingga pelayanan SIER ke depan bisa semakin baik dan benar-benar memberikan nilai tambah bagi tenant,” ujar Alif.
Baca Juga:
Peduli Pendidikan, SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga di Kelurahan Kendangsari SurabayaMenurutnya, pengelolaan kawasan industri tidak cukup hanya dengan menyediakan infrastruktur. SIER juga perlu memahami kebutuhan tenant yang terus berkembang, termasuk persoalan operasional dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
“Tenant bukan sekadar penghuni kawasan atau angka dalam portofolio bisnis. Mereka adalah bagian dari ekosistem yang sama. Ketika tenant dapat beroperasi dengan baik, berkembang, dan memiliki keyakinan untuk terus berinvestasi, kawasan pun ikut bertumbuh,” tutur Alif.
Ia menambahkan, kualitas pelayanan dibangun melalui kehadiran, komunikasi, dan konsistensi dalam menindaklanjuti masukan.
“Pelayanan yang baik dimulai dari kemauan untuk hadir dan mendengar. Setelah itu yang tidak kalah penting adalah bagaimana setiap masukan dapat kami tindak lanjuti secara konsisten. Dari situlah kepercayaan dibangun,” ujarnya.
Baca Juga:
SIER Promosikan Kawasan Industri kepada 100 Investor Taiwan Bidik Investasi BaruDalam kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan untuk mendukung kebutuhan tenant. Di antaranya layanan air recycle yang telah mengantongi sertifikat halal, pengembangan layanan fiber optic, serta berbagai fasilitas olahraga yang tersedia di kawasan.
SIER juga memperkenalkan rencana pengembangan fasilitas olahraga berupa lapangan padel serta peningkatan fasilitas yang telah tersedia, seperti futsal dan tenis lapangan. Selain itu, terdapat fasilitas baru berupa daycare di Klinik SIER yang rencananya akan diluncurkan paling lambat awal Oktober 2026.
Selain fasilitas dan layanan kawasan, SIER membuka peluang kolaborasi dengan tenant dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat di sekitar kawasan.
“Kami juga mengajak tenant untuk bersama-sama berkolaborasi dalam program TJSL. Ketika program pendidikan, lingkungan, sosial, dan bidang lainnya dilakukan bersama, tentu jangkauan dan dampaknya kepada masyarakat akan jauh lebih besar,” kata Alif.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Branch Manager PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), Ricki Hamdani. Menurutnya, kunjungan langsung jajaran direksi SIER menunjukkan keseriusan pengelola kawasan dalam membangun hubungan baik dengan tenant.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Direksi SIER ke tenant. Ini merupakan langkah yang positif dan menunjukkan keseriusan SIER untuk menciptakan kawasan industri yang baik, nyaman, dan mendukung kegiatan bisnis tenant,” ujar Ricki.
Ricki menilai, salah satu keunggulan yang dirasakan selama beroperasi di Kawasan Industri SIER adalah aspek keamanan dan kenyamanan serta tidak adanya preman. Menurutnya, lingkungan kawasan yang aman menjadi faktor penting bagi perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis.
“Selama ini Kawasan SIER sangat nyaman untuk bisnis. Salah satu yang kami rasakan adalah dari sisi keamanan. Tidak ada preman yang datang meminta-minta ke perusahaan. Ini menjadi salah satu hal yang sangat kami hargai,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi keamanan bagi karyawan yang bekerja hingga malam hari.
“Karyawan kami saat pulangnya larut malam juga tidak pernah ada kejadian yang mengganggu. Saya buktikan sendiri saat malam hari, pulang aman. Sering dilakukan patroli keamanan. Itu sangat bagus,” kata Ricki.
Selain keamanan, Ricki menilai kelengkapan fasilitas serta respons terhadap keluhan tenant menjadi nilai positif yang dirasakan APL selama beroperasi di Kawasan SIER.
“Fasilitasnya juga sangat lengkap. Kalau ada keluhan, langsung ditangani dengan baik dan cepat. Bagi kami, hal-hal seperti ini sangat penting karena membuat perusahaan bisa menjalankan bisnis dengan tenang,” pungkasnya. (*)