KETIK, JAKARTA – Sosok dokter spesialis bedah ortopedi asal Malaysia, Dr. Mohammad Nawar Ariffin, tidak hanya dikenal melalui kiprahnya di dunia medis. Di tengah kesibukannya menangani berbagai kasus tulang dan sendi, ia juga dipercaya memegang peran penting sebagai Ketua Perwakilan Forum Silaturahmi Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas).
Melalui Forsimas, Dr. Mohammad Nawar turut berkontribusi dalam memperkuat hubungan dan kerja sama antar komunitas masjid di kawasan serantau. Peran tersebut menjadi bagian dari komitmennya dalam mengembangkan kemanfaatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
Di dunia kedokteran, Dr. Mohammad Nawar merupakan konsultan bedah ortopedi dengan keahlian khusus di bidang ortopedi anak (paediatric orthopaedic) dan traumatologi. Ia banyak menangani berbagai kasus kelainan tulang pada anak, cedera akibat kecelakaan, hingga gangguan muskuloskeletal yang membutuhkan penanganan medis khusus.
Selain sebagai dokter spesialis, ia juga dikenal sebagai pakar perunding pembedahan ortopedi yang memiliki pengalaman panjang dalam memberikan layanan kesehatan kepada pasien dengan berbagai permasalahan tulang dan sistem gerak.
Perjalanan akademik Dr. Mohammad Nawar dimulai di Universitas Malaya (UM). Ia berhasil meraih gelar Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery (MBBS) pada 2001. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan spesialis dan memperoleh gelar Master of Surgery in Orthopaedics (MS Ortho) dari universitas yang sama pada 2007.
Baca Juga:
Mahasiswa Unikama Bawa Budaya Jawa ke Malaysia, KKN Internasional Perkuat Ikatan dengan Diaspora di MelakaKompetensinya juga diperkuat dengan sertifikasi Certified Medical Impairment Assessor (CMIA) yang diterbitkan oleh National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) yang mendukung profesionalismenya dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja.
Menariknya, perjalanan hidup Dr. Mohammad Nawar tidak hanya berkutat pada dunia medis. Ia pernah menjadi bagian dari sejarah eksplorasi luar angkasa Malaysia ketika masuk dalam 10 besar finalis Program Astronot Nasional Malaysia pada 2007.
Program tersebut merupakan upaya Malaysia mencari kandidat warga negaranya untuk menjalani misi luar angkasa. Meski belum terpilih sebagai astronot, pengalaman itu menjadi salah satu fase penting yang memperkaya perjalanan profesionalnya.
Setelah pengalaman tersebut, Dr. Mohammad Nawar tetap melanjutkan pengabdian di bidang kesehatan dan mengembangkan keahliannya sebagai dokter ortopedi. Kini, ia menggabungkan kompetensi medis dengan peran sosial melalui Forsimas untuk memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat.
Baca Juga:
Minim Job Order, Penempatan TKI asal Pacitan Melambat pada Pertengahan 2026Dengan latar belakang sebagai dokter spesialis, figur dengan pengalaman unik sebagai finalis program astronot, serta pemimpin dalam organisasi kemasyarakatan, Dr. Mohammad Nawar Ariffin menjadi salah satu sosok yang membawa semangat pelayanan di bidang kesehatan dan kemanusiaan di Malaysia. (*)