KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) kembali menyumbang tujuh peneliti dalam daftar Top 2 Percent Researchers 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencatat lima peneliti.
Ketua Kelompok Jabatan Fungsional Data Pemeringkatan Berbasis Web UB, Mahdin Rohmatillah, menjelaskan bahwa peningkatan tidak hanya terjadi pada jumlah peneliti, tetapi juga pada keterwakilan bidang keilmuan.
“Keterwakilan bidang keilmuan juga meluas dari tiga subbidang pada 2025 menjadi lima subbidang pada 2026,” ujar Mahdin, Rabu (14/10/2026).
Tujuh peneliti UB yang masuk dalam daftar tersebut ialah dr. Jonny Karunia Fajar, Sp.PD.; Ir. Nurul Huda, M.Sc., Ph.D.; Raden Adharyan Islamy, S.Pi., M.P.; Dr. dr. Nur Samsu, Sp.PD., KGH.; Prof. Dr. Ir. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T.; Prof. Sujarwoto, S.IP., M.Si., Ph.D.; serta Danung Nur Adli, S.Pt., M.Sc., M.Pt.
Lima subbidang yang terwakili meliputi General & Internal Medicine, Food Science, Fisheries, Materials, serta Dairy & Animal Science.
Baca Juga:
Gasak Laptop dan Dua Smartwatch Senilai Rp13 Juta, Maling di Kampus UB Malang Ditangkap PolisiJonny Karunia Fajar masuk dalam subbidang General & Internal Medicine dan menempati peringkat pertama di lingkungan UB. Di tingkat dunia, ia berada di posisi ke-77.639.
Sementara itu, Femiana Gapsari Madhi Fitri mengalami peningkatan peringkat dari posisi ke-273.515 pada 2025 menjadi ke-161.679 pada 2026. Nur Samsu juga naik dari posisi ke-139.228 pada 2025 menjadi ke-116.295 pada 2026. Keduanya tercatat dalam subbidang General & Internal Medicine.
Dua nama baru yang masuk dalam daftar pada 2026 ialah Raden Adharyan Islamy dari subbidang Fisheries dan Danung Nur Adli dari subbidang Dairy & Animal Science. Adapun Sujarwoto tercatat dalam subbidang General & Internal Medicine, sedangkan Nurul Huda masuk dalam Food Science.
Danung Nur Adli, dosen Fakultas Peternakan dan Teknologi Hewan (Faculty of Animal Science and Technology/FAST) UB, menjelaskan pemanfaatan meta-analysis, machine learning, deep learning, dan explainable artificial intelligence dalam bidang peternakan. Ia menganalisis temuan-temuan penelitian menggunakan RStudio dan Python.
Baca Juga:
Karhutla Belum Usai, Pakar UB Desak Pemerintah Transparan dan Buka Mata atas Keluhan Rakyat“Penerapan riset ini melalui pengembangan teknologi sensor suhu dan kelembapan bagi masyarakat di Bojonegoro. Saya mengapresiasi, terima kasih," tandasnya.