KETIK, LUMAJANG – Anggota DPRD Jatim dari PKS H. Khusnul Khuluk berharap kepada Bupati Lumajang yang baru bisa menuntaskan masalah tambang pasir ilegal yang sampai sekarang masih terus berlangsung.
"Di Lumajang ada tambang ilegal, PAD yang masih rendah dari sektor tambang, dan banyaknya penambang pasir berizin yang melanggar koordinat dalam melakukan aktivitasnya masih menjadi persoalan yang berlarut-larut sampai saat ini," kata Khusnul Khuluk kepada Ketik.co.id, Jumat (14/02/2025).
Bupati Lumajang yang baru Ir. Hj. Indah Amperawati diharapkan bisa menuntaskan semua persoalan ini, sehingga ada penertiban kepada penambang ilegal, dan dampaknya bisa meningkatkan PAD dari sektor tambang.
"Selama ini perizinan tambang pasir masih terlalu rumit dan mahal, sehingga dengan alasan memenuhi kebutuhan hidup, banyak penambang tradisional memilih melakukan penambangan secara ilegal," kata Khusnul Khuluk.
Menurutnya, Pemkab harus bisa memfasilitasi penambang tradisional untuk disatukan dalam wadah koperasi dan dibantu pengurusan izinnya.
Baca Juga:
Api Unggun Pendaki Diduga Jadi Biang Keladi Karhutla Bromo, Sanksi Tunggu Hasil Penyelidikan"Jika pemkab tidak turun tangan dalam masalah ini, maka penambang ilegal akan tetap ada. Bantu mereka sampai memiliki legalitas perizinan yang benar, sehingga mereka bisa membayar pajak yang bisa meningkatkan PAD Lumajang," harap Khusnul Khuluk.
H. Khusnul Khuluk juga berharap, jangan karena ada alasan kebutuhan hidup kemudian membiarkan penambang ilegal merajalela.
"Selama ini Lumajang terlalu longgar dalam pengawasan tambang ilegal, termasuk pengawasan dari sisi pajaknya," urainya.
Pria yang tiga periode duduk sebagai anggota DPRD Lumajang ini menjelaskan jika pemanfaatan stockphile terpadu bermanfaat untuk peningkatan PAD, maka keberadaanya bisa dilanjutkan.
Baca Juga:
Anggota DPRD Jatim Khusnul Khuluk: Warga Bagian Utara Lumajang Masih Alami Kiris Air"Kalau dinilai ada manfaatnya untuk peningkatan PAD, stockphile terpadu bisa dimanfaatkan kembali," pungkasnya.