KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur yang menjadi tujuan pendidikan ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Hal itu terlihat dalam pembukaan Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2026 yang turut mendapat perhatian dari Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid.

Melalui tayangan video yang diputar pada Sabtu, 11 Juli 2026, ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan motivasi kepada ribuan santri baru yang memulai perjalanan menuntut ilmu di lingkungan pesantren.

Kehadiran Bupati Bondowoso melalui video tersebut menjadi gambaran luasnya jangkauan Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bondowoso.

Dalam pesannya, Abdul Hamid Wahid mengajak seluruh santri baru meluruskan niat sejak awal memasuki kehidupan pesantren.

Baca Juga:
Pramuka Pesantren Jadikan Orientasi Santri Baru sebagai Ruang Pembentukan Karakter Generasi Muda

Menurutnya, menuntut ilmu di pesantren bukan sekadar menjalani pendidikan formal, tetapi juga bagian dari ibadah dan pembentukan karakter.

"Hari ini adalah awal perjalanan kalian sebagai penuntut ilmu. Mari kita luruskan niat — belajar bukan hanya belajar, tapi juga beribadah, membentuk akhlak, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri baru, khususnya yang berasal dari Kabupaten Bondowoso, serta mengapresiasi para orang tua yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pada tahun ini, OSABAR mengusung tema "Tata Niat, Bangun Tekad: Santri Hebat".

Baca Juga:
Pantura Terancam Macet Total, Bupati Bondowoso Minta Menteri PU Buka Tol Prosiwangi

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan zaman yang menuntut generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter yang kuat dan berakhlak mulia.

Abdul Hamid Wahid menekankan tiga nilai utama yang harus menjadi pegangan setiap santri selama menempuh pendidikan di pesantren, yakni taat kepada Allah SWT, menghormati guru, dan mematuhi seluruh aturan pesantren.

Menurutnya, ketiga nilai tersebut akan menjadi fondasi penting dalam membentuk santri yang berilmu, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kalian akan tumbuh menjadi santri yang berilmu, berakhlak karimah, mandiri, dan siap membantu orang lain. Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan ilmu, dan kesuksesan kepada kita semua," tuturnya.

Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton selama ini dikenal sebagai salah satu pesantren terbesar di Indonesia dengan ribuan santri yang berasal dari berbagai provinsi.

Keberadaannya terus menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan pendidikan Islam sekaligus pembentukan karakter generasi muda bangsa.(*)