KETIK, BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peresmian sekretariat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Tani Mandiri di Bajang, Kecamatan Talun, Rabu 21 Oktober 2026.
Peresmian yang ditandai dengan prosesi potong tumpeng dan kenduri tersebut menjadi momentum bagi kelompok tani untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan petani.
Bupati Blitar Rijanto hadir bersama perwakilan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar. Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Blitar juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani.
“Hari ini kami meresmikan Kantor Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, bersama perwakilan teman-teman petani se-Kabupaten Blitar,” ujar Rijanto seusai prosesi potong tumpeng.
Rijanto menegaskan, pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, menggerakkan perekonomian masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca Juga:
ADD Blitar 2027 Rp144 Miliar Baru Disepakati Lisan, Pembatalan Demo 5.000 Massa Picu Perpecahan KadesMenurutnya, pembangunan pertanian tidak boleh semata-mata mengejar peningkatan hasil panen. Kualitas produk, efisiensi biaya produksi, nilai tambah, hingga kelestarian lingkungan juga harus menjadi perhatian.
Karena itu, ia berharap keberadaan sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri dapat memperkuat kerja sama antarpetani sekaligus membuka akses lebih luas terhadap informasi dan teknologi pertanian modern.
“Gapoktan Karya Tani Mandiri diharapkan terus memperkuat kerja sama antarp etani, meningkatkan akses terhadap informasi dan teknologi pertanian modern, serta mendorong penggunaan pupuk organik dan praktik pertanian ramah lingkungan,” pesannya.
Bupati juga mengingatkan agar sekretariat tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul. Lebih dari itu, sekretariat harus berfungsi sebagai ruang bertukar pengalaman, membahas persoalan pertanian, mengembangkan inovasi, serta membangun kemitraan dengan pemerintah, penyuluh, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.
Baca Juga:
Rp334 Miliar Disetujui untuk Irigasi, Kabupaten Bandung Perkuat Perlindungan Lahan PertanianIa turut mendorong petani mengelola usaha tani secara profesional dan memperkuat regenerasi agar sektor pertanian tetap produktif serta menarik bagi generasi muda.
“Petani harus semakin berdaya, hasil pertanian semakin berkualitas, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” tegas Rijanto.
Ia kemudian meresmikan sekretariat tersebut dengan harapan menjadi titik awal pengembangan pertanian yang lebih modern, produktif, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Blitar.
Selain meresmikan sekretariat, Pemkab Blitar juga menyalurkan bantuan alsintan untuk mendukung kegiatan usaha tani. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar Setiyono menyebut, bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 200 Gapoktan di Kabupaten Blitar.
“Selain peresmian Kantor Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, kami juga membagikan alsintan oleh Pak Bupati kepada para penerima,” kata Setiyono.
Bantuan yang disalurkan meliputi satu unit combine harvester besar, dua unit transplanter, 47 unit alsintan lainnya, 60 unit pompa air berukuran tiga inci, serta tiga unit hand tractor.
Menurut Setiyono, dukungan peralatan pertanian tersebut diharapkan membantu petani meningkatkan efisiensi kerja dan menunjang kegiatan produksi di lapangan.
Ketua Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, M.F.A. Maskuri, menyambut peresmian sekretariat sebagai langkah penting untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi antarkelompok tani.
Dengan adanya sekretariat, pihaknya kini memiliki tempat untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan serta membahas persoalan yang dihadapi petani di Kabupaten Blitar.
“Harapannya ke depan, dengan diresmikannya sekretariat, kita sudah mempunyai tempat untuk berkoordinasi, konsolidasi bersama teman-teman Gapoktan di Kabupaten Blitar,” ujar Maskuri.
Ia menjelaskan, Gapoktan di Kabupaten Blitar selama ini bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta menjadi bagian dari pembinaan pemerintah daerah.
Maskuri menegaskan, organisasinya ingin hadir langsung ketika petani menghadapi persoalan, mulai dari menyampaikan aspirasi hingga membantu mencari jalan keluar bersama pemangku kepentingan.
“Maka dari itu, kami Gapoktan Kabupaten Blitar akan hadir di tengah-tengah petani di kala petani Blitar ada permasalahan. Kita sampaikan langsung ke stakeholder dan carikan solusi bersama demi kesejahteraan petani di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.
Peresmian sekretariat dan penyaluran alsintan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Dukungan tersebut perlu diikuti penguatan pendampingan, koordinasi, serta pemanfaatan peralatan secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani.