KETIK, JAKARTA – Sebanyak 65,7 ton bantuan kemanusiaan senilai Rp3 miliar lebih disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Minggu, 23 Agustus 2026.
Bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan pokok dan perlengkapan penunjang warga terdampak bencana, mulai dari makanan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor.
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 12,8 ton senilai Rp720.965.175 disalurkan untuk masyarakat sekitar SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai.
Sementara bantuan untuk Posko Rumah Jabatan Sekretaris Daerah di Manggarai Timur mencapai 52,9 ton senilai Rp2.285.687.700.
Baca Juga:
Pulihkan Trauma Anak Pascagempa NTT, Gubernur Khofifah Hadirkan Harapan Lewat Trauma Healing“Kita membawa 65,7 ton beragam logistik, termasuk kebutuhan bayi dan balita. Di dalamnya ada sekitar 12 ton beras. Tadi Pak Kades menyampaikan untuk ditambah 5 ton. Saya rasa beras bisa digeser ke sini 5 ton, sehingga bisa lebih merata,” ungkap Khofifah.
Menurut Khofifah, penyusunan bantuan juga berdasarkan masukan dari tenaga kesehatan yang telah lebih dahulu memberikan pelayanan kepada korban gempa.
"Para dokter menulis kebutuhan obat-obatan di sini. Kalau tidak salah ada 14 jenis dan kami juga membawa hari ini," ujarnya.
Ia mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Jawa Timur untuk membantu masyarakat terdampak gempa selama masa tanggap darurat hingga memasuki tahap awal pemulihan.
Baca Juga:
Kabar Baik! Gubernur Khofifah Gratiskan MCU di RS Paru Manguharjo Madiun“Ini hanya untuk memenuhi kebutuhan beberapa saat. Tetapi yang kita harapkan, ini bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka,” katanya.
Selain bantuan logistik, Pemprov Jawa Timur juga mengirimkan dukungan tenaga kesehatan untuk memperkuat pelayanan medis di RSUD Ruteng.
Sejak 17 Agustus 2026, tujuh dokter telah bergabung, kemudian pada 22 Agustus ditambah 10 dokter dan perawat dari RSUD Dr. Soetomo Jawa Timur.
Pemprov Jatim juga menyiapkan empat orang untuk membantu pemulihan psikologis anak melalui layanan dukungan psikososial (LDP).
“Kita semua bersaudara. Kita hadir bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita di sini. Mudah-mudahan seluruh proses pemulihan berjalan baik dan anak-anak bisa segera kembali bersekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim dan masyarakat Jawa Timur atas bantuan yang diberikan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Gubernur Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada masyarakat Manggarai Timur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana,” kata Agas.
Agas menyampaikan, berdasarkan data hingga pukul 21.17 WITA, gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur berdampak terhadap 19.515 infrastruktur dan 20.673 kepala keluarga atau 85.461 jiwa.
Sebanyak 34 orang meninggal dunia dan 239 orang mengalami luka berat.
"Terimakasih sekali lagi, semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga kami," pungkasnya. (*)