KETIK, BOGOR – Berbagai mitos tentang nyamuk masih banyak dipercaya masyarakat. Selain anggapan bahwa nyamuk lebih menyukai orang bergolongan darah tertentu, tidak sedikit pula yang meyakini serangga ini dapat menularkan HIV/AIDS melalui gigitannya. Padahal, penjelasan ilmiah menunjukkan hal yang berbeda.
Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof drh Upik Kesumawati, menegaskan bahwa nyamuk tidak dapat menjadi media penularan HIV kepada manusia.
Menurutnya, meskipun nyamuk sempat mengisap darah penderita HIV, virus tersebut tidak mampu berkembang biak di dalam tubuh nyamuk. Virus akan mati dalam waktu singkat sehingga tidak dapat berpindah ke orang lain melalui gigitan berikutnya.
"Masyarakat tidak perlu khawatir tertular HIV akibat gigitan nyamuk. Penularan virus tersebut terjadi melalui jalur yang sama sekali berbeda dan bukan melalui serangga," ujarnya.
Selain mitos mengenai HIV, warna pakaian juga ternyata memengaruhi ketertarikan nyamuk. Prof Upik menjelaskan bahwa pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas lebih banyak sehingga membuat tubuh terasa lebih hangat.
Baca Juga:
Ternyata Hanya Nyamuk Betina yang Mengisap Darah, Ini Penjelasan IlmiahnyaKondisi hangat dan lembap itulah yang lebih mudah menarik perhatian nyamuk ketika mencari inang.
"Nyamuk menyukai kondisi hangat dan lembap. Karena itu orang yang menggunakan pakaian gelap lebih sering didatangi nyamuk," katanya.
Karena itu, penggunaan pakaian yang menutupi tubuh, losion antinyamuk, serta kelambu masih menjadi langkah sederhana yang efektif untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk. Masyarakat juga dianjurkan menerapkan gerakan 3M Plus dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Baca Juga:
Benarkah Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang Bergolongan Darah O? Ini Penjelasan IlmiahnyaGolongan Darah O Memang Lebih Menarik bagi Nyamuk
Selain faktor warna pakaian, Prof Upik mengungkapkan penelitian juga menemukan bahwa nyamuk memiliki kecenderungan lebih sering menggigit orang bergolongan darah O. Hal tersebut berkaitan dengan senyawa volatil, seperti karbon dioksida (CO₂) dan asam laktat, yang diproduksi tubuh sehingga lebih mudah dideteksi nyamuk.
Meski demikian, kecenderungan tersebut bukan berarti pemilik golongan darah lain aman dari gigitan. Semua orang tetap berpotensi menjadi sasaran nyamuk, hanya tingkat ketertarikannya yang berbeda.
Hanya Nyamuk Betina yang Membutuhkan Darah
Prof Upik juga meluruskan anggapan bahwa semua nyamuk mengisap darah manusia. Faktanya, hanya nyamuk betina yang membutuhkan darah sebagai sumber protein untuk membantu proses reproduksi dan pematangan telur.
Sementara itu, nyamuk jantan tidak menggigit manusia karena memperoleh energi dari nektar bunga dan cairan tanaman. Inilah sebabnya nyamuk betina menjadi pihak yang berperan dalam penularan berbagai penyakit yang dibawa nyamuk.
"Darah yang dihisap nyamuk dibutuhkan untuk reproduksi, bukan sebagai makanan utama," jelasnya. (*)