KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perikanan melakukan rehabilitasi Balai Benih Ikan (BBI) Cipanas. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan fungsi BBI sebagai pusat produksi benih ikan guna memenuhi kebutuhan pembudidaya lokal.
Rehabilitasi tersebut saat ini memasuki tahap Pre Construction Meeting (PCM) untuk menyamakan persepsi teknis pekerjaan antara pengguna jasa, konsultan pengawas, dan penyedia jasa.
Kepala Bidang Produksi pada Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Denny Iskandar, mengatakan target utama rehabilitasi adalah mengoptimalkan kembali fungsi BBI Cipanas.
"Target utamanya adalah memulihkan dan mengoptimalkan fungsi BBI Cipanas sebagai unit produksi benih ikan. Rehabilitasi difokuskan pada perbaikan sarana yang sudah mengalami kerusakan agar kembali berfungsi dan mendukung peningkatan produksi benih sesuai kebutuhan pembudidaya," ujar Denny Iskandar kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).
Rehabilitasi dilakukan di UPTD Perbenihan dan Budidaya Air Tawar dan Payau (PBATP) Cipanas, Kabupaten Lebak. Pekerjaan fisik akan segera dilaksanakan setelah PCM selesai digelar hari ini.
Baca Juga:
Bupati Lebak Instruksikan Pengawasan dan Pemenuhan Standar Keamanan Program MBGDenny menjelaskan, kondisi eksisting BBI Cipanas sebelum direhabilitasi sebagian besar mengalami kerusakan. Sehingga memerlukan penanganan segera.
"Sebagian besar sarana dan prasarana mengalami kerusakan sehingga perlu diperbaiki. Prioritasnya meliputi rehabilitasi kolam atau bak pemijahan (hatchery) serta rumah jaga atau gedung kantor UPTD PBATP Cipanas," jelasnya.
Menurutnya, perbaikan kolam hatchery menjadi kunci karena berkaitan langsung dengan proses pemijahan dan penetasan benih.
Dari sisi produksi, rehabilitasi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan menjaga kontinuitas produksi benih, khususnya komoditas unggulan.
Baca Juga:
Ketua TP PKK Lebak Tinjau Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Milik Irfan di Cijoro Lebak"Rehabilitasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kontinuitas produksi benih ikan khususnya lele dan nila. Sehingga bisa menjadi salah satu sumber benih yang mendukung kebutuhan pembudidaya lokal," kata Denny.
Ia menambahkan, selama ini kebutuhan benih pembudidaya di Lebak masih cukup tinggi. Dengan berfungsinya kembali BBI Cipanas secara optimal, ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah diharapkan dapat berkurang.
Terkait keberlanjutan pasca-rehabilitasi, Dinas Perikanan menyiapkan strategi pemeliharaan agar sarana yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak.
"Kami akan memperkuat pemeliharaan rutin, pengelolaan sarana, serta pengawasan dan evaluasi produksi. Sarana yang telah direhabilitasi harus dimanfaatkan dan dirawat secara optimal agar dapat berfungsi secara berkelanjutan," pungkasnya. (*)