KETIK, PACITAN – Sumber Air Hangat Tirto Husodo di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya menjadi pilihan wisata untuk mengisi waktu liburan.
Destinasi yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Banyu Anget ini juga didatangi pengunjung yang berharap mendapatkan manfaat dari aktivitas berendam, salah satunya untuk membantu meredakan keluhan nyeri sendi.
Salah seorang pengunjung, Sartuni (62), warga Kecamatan Kebonagung, mengaku rutin datang ke Banyu Anget Tirto Husodo setiap pekan.
Ia menjalani aktivitas berendam selama sekitar 30 menit untuk membantu mengatasi nyeri sendi yang telah lama dideritanya.
Tuni mengaku merasakan perubahan pada kondisi tubuhnya setelah rutin berendam.
Baca Juga:
Keluar Gang, Honda Supra Diseruduk Kharisma di Dadapan Pacitan, Lansia 70 Tahun TewasIa menyebut kini sudah bisa berdiri lebih tegak, meski masih perlu berlatih untuk memperbaiki kemampuan berjalan.
"Alhamdulillah jauh lebih baik. Istilahnya sekarang itu sudah bisa berdiri tegak. Ya kalau soal jalan memang masih harus banyak latihan," katanya kepada Ketik.com, Rabu, 21 Oktober 2026.
Keputusannya mencoba berendam di Banyu Anget berawal dari cerita seorang tetangga yang mengalami keluhan serupa.
Tetangganya tersebut disebut merasakan perubahan setelah beberapa kali menjalani terapi berendam.
Baca Juga:
Kali Cokel Watukarung, Wisata Susur Sungai Jernih di Pacitan yang Cocok untuk Liburan KeluargaCerita itu kemudian mendorongnya datang untuk mencoba sendiri.
Di tengah upayanya memulihkan kondisi tubuh, Paini mengaku tetap memasrahkan hasilnya kepada Tuhan.
"Kita kan hanya bisa berusaha nggih. Kesembuhan sepenuhnya dari Gusti Allah," tuturnya.
Nama Tirto Husodo sendiri dimaknai sebagai air yang dapat menyembuhkan.
Namun, pengalaman pengunjung seperti Paini merupakan kesaksian pribadi dan belum dapat dijadikan bukti medis bahwa air hangat tersebut mampu menyembuhkan penyakit tertentu.
Di luar aktivitas berendam, Banyu Anget Tirto Husodo juga menyimpan pertanyaan mengenai asal-usul dan penyebab airnya terasa hangat.
Hingga kini, belum banyak catatan penelitian yang menjelaskan secara terperinci faktor geologi yang memengaruhi suhu air di sumber tersebut.
Sebagian dugaan mengaitkan suhu air dengan sisa aktivitas vulkanik dari gunung purba.
Akan tetapi, dugaan itu belum didukung hasil penelitian yang memadai.
Guru Besar Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, Prof Eko Teguh Paripurno, menyoroti bentuk lereng pegunungan di sekitar kawasan sumber air hangat tersebut.
Ia menduga kondisi geologi, termasuk kemungkinan adanya patahan, dapat berkaitan dengan munculnya air bersuhu hangat.
"Coba lihat di bagian kiri atas itu ada lereng berwarna putih. Lantas di kanan bawah itu ada bagian yang warnanya berbeda. Besar kemungkinan penyebab panasnya (air) itu karena patahan," tuturnya.
Dugaan tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan penyebab suhu hangat air Banyu Anget Tirto Husodo.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pacitan, Banyu Anget Tirto Husodo dapat menjadi alternatif untuk menikmati wisata air hangat.
Sementara bagi pengunjung yang datang dengan tujuan terapi, pemeriksaan dan saran tenaga medis tetap diperlukan agar penanganan keluhan kesehatan dilakukan secara tepat.(*)