KETIK, MALANG – Warga Kota Malang telah menerima bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Masing-masing warga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli hingga September 2026.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan bantuan hanya diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Pendistribusian bantuan pangan diawali di Kelurahan Polowijen. 

"Tadi dengan pembagian ini adalah pembagian dari bantuan pangan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada mereka yang berhak menerima. Dan nanti secara detail dari Bulog menyampaikan terkait dengan jumlah dengan se-Kota Malang dan di Kelurahan Polowijen," ujarnya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Sesuai ketentuan dari pemerintah, setiap masyarakat hanya mendapatkan bantuan 10 kilogram beras per bulannya. Namun penyaluran bantuan dilakukan sekaligus untuk 3 bulan. 

"Hari ini memang yang diterima kan adalah beras. Per bulan 10 kilogram, diserahkannya untuk 3 bulan. Ini langsung diberikan untuk yang bulan Juli, Agustus, September. Jadi tiap penerima ini mendapatkan 30 kg beras," lanjutnya. 

Baca Juga:
Pemkot Batu Salurkan Beras Bapanas ke 14.225 Keluarga Penerima

Wahyu juga menanggapi terkait nihilnya bantuan minyak goreng. Menurutnya, jenis bantuan yang disalurkan saat ini telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

"Tapi tidak menutup kemungkinan apabila ada kebijakan dari pusat akan ada bantuan tambahan, nanti kita akan dapatkan," katanya. 

Selain memberikan bantuan, Pemkot Malang juga memulai pendataan verifikasi dan validasi data sosial melalui Perlinsos. Hal tersebut dilakukan agar terdapat penekanan terhadap kesesuaian data dan kondisi realita masyarakat penerima bantuan. 

"Memang ada penekanan agar mereka yang sudah mendapatkan Perlinsos ini bisa sesuai dengan situasi kondisi dan diverifikasi sesuai dengan situasi data-data yang ada. Jadi jangan sampai dengan Perlinsos ini mereka yang sebenarnya masuk Desil 1, akhirnya masuk ke desil-desil yang lain," ungkap Wahyu. 

Baca Juga:
Upacara HUT Ke-81 RI di Pemalang Berlangsung Khidmat, Beragam Penghargaan dan Bantuan Disalurkan

Untuk itu masyarakat diimbau melakukan verifikasi dan validasi data di tiap kelurahan. Pemkot Malang pun akan melakukan jemput bola untuk pendataan Perlinsos. 

"Sudah mulai jalan. Ini ada percepatan aja, ya. Sampai dengan saat ini kita sudah progresnya sudah 7,4 persen," pungkasnya. (*)