KETIK, TRENGGALEK – Asosiasi Makanan Bergizi Trenggalek (AMBT) resmi dibentuk dalam rapat yang dihadiri oleh perwakilan pelaku dapur di Trenggalek, Sabtu, 12 September 2026. Imam Waldi Terpilih sebagai ketua umum untuk kali pertama.
Imam, sapaan dia, mengatakan, selain untuk memperkuat sinergitas para pelaku dapur di Trenggalek, juga bertujuan untuk mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk anak-anak sekolah.
"Jadi pembentukan asosiasi itu berawal dari aspirasi teman-teman mitra menghadapi beberapa persoalan yang terjadi. Harapannya agar program MBG bisa berjalan lancar dan punya asas manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah," ucapnya kepada Ketik.com.
Imam menegaskan, dengan adanya asosiasi itu dapur-dapur di Trenggalek bisa semakin bagus dan terus berbenah agar masyarakat bisa merasakan dampak positif dari program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
Kemudian, ia bersama jajaran tim akan turun langsung ke dapur-dapur untuk berdiskusi atau tukar pendapat agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi, misalnya masalah keracunan bagi penerima manfaat.
Baca Juga:
Tanggapi Usulan MBG Dikelola Kantin Sekolah, Moreno Soeprapto: Setuju, Tapi Belum Semua Kantin Siap"Secara umum saya atas nama asosiasi MBG Trenggalek minta maaf atas kejadian dugaan keracunan yang menimpa beberapa penerima manfaat. Ke depan kita akan perbaiki kualitasnya makanan bergizi tersebut," tuturnya.
Selanjutnya, setiap bulan kita akan kumpulkan teman-teman dapur untuk evaluasi bersama. Apakah itu soal kualitas menu atau hal lainnya. Pendeknya perlu ada perbaikan-perbaikan yang dipandang perlu.
"Evaluasi itu tidak mengikat setiap bulan, tapi bersifat situasional tergantung hal-hal yang perlu disikapi," ujarnya.
Ia menyampaikan, akan ada program kerja lain yang akan dilakukan oleh asosiasi, di antaranya adalah mengedukasi para penerima manfaat dan orang tua wali dalam satu periode atau dua Minggu sekali. Apa kekurangan atau kelebihan bagi para penerima manfaat.
Baca Juga:
47 Peserta Lolos Administrasi PVN Batch 5 Disnaker Lebak, Wajib Ikut Wawancara 21 September"Ini hal penting agar ada ruang komunikasi antara dapur dan penerima manfaat. Kami ingin tahu progresnya selama satu periode itu seperti apa," ungkapnya.
Ia juga merincikan, penerima manfaat di Trenggalek ada sekitar 180 ribu siswa, dengan asumsi 72 dapur yang sudah operasional.
"Masih ada beberapa dapur yang belum operasional atau menunggu uangnya masuk," tandasnya.
Sementara itu, menurut petunjuk teknis (juknis) jarak tempuh antara dapur dan penerima manfaat itu 6 kilometer. Sedangkan jumlah yang akan diberikan kepada penerima manfaat dari setiap dapur berjumlah sekitar 2400 ompreng. (*)