KETIK, SURABAYA – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jatim) menggelar kompetisi perakitan antena radio dalam rangkaian Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Markas Kwarda Jatim, Surabaya, ini menjadi sarana bagi peserta untuk mengasah keterampilan teknis di bidang komunikasi radio amatir.
Sebanyak 76 peserta perwakilan Kwartir Cabang mengikuti Antenna Competition dengan tantangan merakit antena Ultra High Frequency (UHF) secara mandiri. Peserta dituntut memahami komponen yang digunakan sekaligus memastikan antena yang dirakit dapat berfungsi dengan baik untuk mendukung komunikasi radio.
Penilaian kompetisi dilakukan oleh instruktur dari Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Jawa Timur. Aspek yang dinilai meliputi ketepatan perakitan komponen serta kemampuan antena dalam memancarkan dan menerima sinyal radio.
Berdasarkan hasil penilaian, Kwartir Cabang Bojonegoro berhasil meraih Juara 1. Posisi Juara 2 ditempati Kwartir Cabang Nganjuk, sedangkan Kwartir Cabang Tuban memperoleh Juara 3.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memperkenalkan keterampilan komunikasi darurat kepada anggota Pramuka. Kemampuan merakit dan mengoperasikan perangkat radio dapat menjadi bekal ketika komunikasi dibutuhkan dalam situasi bencana, terutama saat jaringan seluler tidak dapat digunakan.
Baca Juga:
Sukses Gelar JOTA-JOTI Jatim 2026, Ini Peran Tim di Balik Kelancaran AcaraRangkaian kegiatan JOTA-JOTI Jatim 2026 juga dilengkapi dengan Fox Hunting yang diselenggarakan bersama tim lokal ORARI. Dalam agenda ini, peserta berlatih melacak keberadaan sumber sinyal pemancar radio yang disembunyikan di area markas.
Melalui kedua kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga belajar mengembangkan ketelitian, kemampuan teknis, dan keterampilan navigasi. Pengalaman ini diharapkan dapat mendukung kesiapan anggota Pramuka dalam menghadapi tantangan komunikasi di lapangan.(*)