KETIK, SURABAYA – Menjelang bulan Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menerjunkan tim Satpol PP untuk melakukan patroli guna mengantisipasi adanya gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum).
Patroli akan digelar di berbagai titik yang disinyalir rawan terhadap gangguan trantibum.
Saat bulan Ramadhan biasanya kegiatan seperti perang sarung dan tawuran sering terjadi. Satpol PP akan berjaga-jaga agar hal semacam itu bisa diantisipasi.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, wilayah yang sering mengalami gangguan trantibum antara lain Kenjeran, Jalan Kapas Madya, Jalan Ir. Soekarno, di dekat TPU Rangkah, serta Jalan Ngaglik.
"Nanti patroli akan difokuskan ke wilayah yang rawan seperti Kenjeran, khususnya di kawasan jembatan Suramadu. Selain itu juga di jalan Ir. Soekarno dan TPU rangkah," jelas Fikser, Kamis 20 Februari 2025.
Baca Juga:
Kuasa Hukum PT Unicomindo Layangkan Surat Peringatan Ke Pemkot Surabaya Terkait Pembayaran Sengketa Sampah Rp104 MSelain perang sarung dan tawuran, Satpol PP Surabaya juga turut mengantisipasi adanya aktivitas balap liar yang dilakukan oleh anak-anak pada malam hari saat Bulan Ramadan berlangsung.
Dalam pelaksanaan patroli tersebut, seluruh personel Satpol PP akan diterjunkan. Mulai dari personel di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
“Sekarang lagi tren balap sepeda angin yang dilakukan oleh anak-anak, sehingga aktivitas negatif tersebut turut menjadi atensi kami," tambahnya.
Satpol PP Surabaya juga akan menggandeng aparat keamanan lain seperti TNI-Polri untuk menyisir wilayah perkampungan warga.
Baca Juga:
Diduga Tak Berizin, Toko Miras di Kota Malang yang Promosi Lewat TikTok Ditindak Satpol PPNantinya jika ditemukan warga yang sengaja mengganggu keamanan dan ketertiban pihaknya tidak akan segan membawa ke pihak berwajib.
“Jika ditemukan adanya aktivitas tawuran maupun perang sarung serta membawa senjata tajam, maka akan kami serahkan kepada kepolisian selaku pihak yang berwenang,” pungkasnya. (*)