KETIK, SLEMAN
– Gelak tawa dan semangat ratusan warga pecah di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Jumat pagi 10 Juli 2026. Sebanyak 352 peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari berbagai penjuru wilayah tampak antusias mengikuti rangkaian peringatan hari jadi ke-58 BPJS Kesehatan. Dikemas dalam tajuk "Semarak Gerak Sehat Prolanis", acara ini bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan ajakan nyata bagi para penyandang diabetes melitus dan hipertensi untuk kembali melangkah bugar di tengah tantangan kesehatan yang mereka hadapi sehari-hari.
Sinergi Daerah dan Inovasi Gerak
Hadir membuka acara, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut hangat inisiatif yang dianggapnya sebagai angin segar bagi kesehatan masyarakat. Baginya, langkah ini merupakan bentuk nyata pergeseran paradigma kesehatan dari yang semula hanya berfokus pada ruang pengobatan (kuratif), kini berani melangkah secara progresif ke ranah pencegahan (preventif).
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman, saya ucapkan selamat ulang tahun ke-58 untuk BPJS Kesehatan. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, BPJS Kesehatan semakin maju, serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Mari kita semua senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kesempatan untuk terus berkarya bagi sesama," ungkap Bupati Harda di hadapan para peserta.
Ia turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi BPJS Kesehatan dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Sleman, yang salah satunya dibuktikan melalui raihan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan kepesertaan JKN yang kini telah melampaui angka 98 persen.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Irfan Qadarusman, menjelaskan bahwa acara ini adalah momentum krusial bagi 40 klub Prolanis yang bernaung di 24 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Sleman untuk kembali bergerak aktif.
Tidak hanya sekadar senam bersama, BPJS Kesehatan kali ini memperkenalkan inovasi kebugaran baru yang dirancang khusus untuk peserta JKN, yaitu Gerak Sehat Prolanis 335 atau yang akrab disebut GSP 335.
"Kegiatan ini adalah cara kami mendorong peserta JKN, khususnya mereka yang tergabung dalam Prolanis, agar lebih mencintai pola hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan kelompok Prolanis di seluruh FKTP wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Sleman. Kami berharap kolaborasi antara peserta, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan semakin kuat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," tegas Irfan di sela-sela kepadatan acara.
Edukasi, Komitmen, dan Target
Tak ingin berpuas diri dengan capaian yang ada, Bupati Harda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman menaruh target ambisius untuk tahun depan: menembus 100 persen cakupan kepesertaan JKN. Langkah jemput bola berupa pendataan dan penyisiran intensif terhadap sekitar dua persen warga yang belum terdaftar akan segera dikebut oleh jajaran pemerintah daerah.
"Tekad Pemerintah Kabupaten Sleman adalah berupaya semaksimal mungkin mencapai target kepesertaan JKN sebesar 100 persen. Saat ini masih terdapat sekitar dua persen warga yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Kami akan terus melakukan penyisiran dan pendataan agar warga yang berhak dapat segera terdaftar. Mohon doa dan dukungannya agar target tersebut dapat kami selesaikan pada tahun 2026 ini, sehingga seluruh warga Sleman benar-benar terlindungi oleh layanan kesehatan negara," imbuh Bupati Harda dengan nada optimistis.
Baca Juga:
Sleman Panen Prestasi, Atlet Juara Umum POPDA DIY Diguyur Bonus Rp 1,1 Miliar
Sementara itu, inovasi GSP 335 yang diperkenalkan BPJS Kesehatan menjadi primadona baru. Teknik yang memadukan tiga menit jalan santai dan tiga menit jalan cepat dalam lima set repetisi (total 30 menit) ini dirancang khusus agar mudah dilakukan oleh siapa saja, bahkan bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik tertentu. Irfan menambahkan, metode interval ini dipilih karena efisiensinya yang sangat tinggi bagi pengidap penyakit kronis untuk menjaga kondisi fisik agar tetap stabil dan terhindar dari risiko komplikasi penyakit yang lebih berat.
Antusiasme peserta kian memuncak saat sesi edukasi kesehatan dimulai. Dipandu langsung oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, dr R Bowo Pramono, SpPD, K-EMD, para peserta diajak membedah seluk-beluk pengelolaan diabetes melitus tipe 2 pada orang dewasa. Materi yang disampaikan tidak kaku, melainkan menjadi bekal praktis bagi mereka untuk melakukan pencegahan di rumah. Ia menjelaskan bahwa kunci hidup dengan penyakit kronis adalah disiplin, baik dalam mengonsumsi obat, menjaga pola makan, maupun melakukan aktivitas fisik yang terukur seperti GSP 335.
Rangkaian acara ditutup dengan pemeriksaan kesehatan massal dan interaksi hangat bersama Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Sleman 2025. Para duta aktif mengajak peserta untuk terus semangat menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sinergi yang terjalin antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat ini diharapkan menjadi fondasi kuat agar kesehatan warga Sleman tidak hanya sekadar angka, melainkan realitas hidup yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan integrasi yang konsisten, implementasi metode GSP 335 diharapkan mampu menjadi kunci baru untuk menekan angka komplikasi penyakit kronis ke depannya. Lebih jauh, Pemkab Sleman dan BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus memantau efektivitas program ini agar dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh warga.
Selain itu, program ini juga diharapkan menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih inklusif, dan menjadikan Sleman sebagai model bagi daerah lain dalam keberhasilan implementasi program jaminan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan menjangkau hingga ke pelosok desa. Ke depan, diharapkan tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan bermartabat. (*)