KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu (Pemkot Batu) mendorong berbagai event yang digelar secara konsisten untuk segera memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI).
Selain memperkuat identitas event, langkah itu diarahkan agar kegiatan yang telah memiliki karakteristik dan berlangsung secara berkelanjutan dapat menjadi brand yang terus dipromosikan.
Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan apresiasi kepada PHRI Kota Batu atas konsistensinya memberikan dukungan dalam penyelenggaraan Batu Street Food Festival (BSFF) yang kini memasuki pelaksanaan ke-9.
Ia menilai BSFF perlu segera didaftarkan sebagai kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).
“Maka tadi saya sampaikan ini harus sudah segera didaftarkan sehingga BSFF menjadi salah satu IP. Punya IP sendiri yaitu intellectual property atau kekayaan intelektual,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.
Menurutnya, kepemilikan IP akan membuat BSFF memiliki brand yang dapat terus dipromosikan, setidaknya ke berbagai wilayah di Indonesia. Dengan demikian, event tersebut diharapkan dapat berkembang dan menarik lebih banyak tamu ke Kota Batu.
“Supaya kemudian ini menjadi satu brand yang bisa kita selalu bawa promosikan minimal untuk seluruh wilayah Indonesia, sehingga event-event seperti ini nanti bisa menjadi event-event yang lebih besar didatangi oleh para tamu-tamu yang ke Kota Batu,” jelasnya.
Cak Nur juga menekankan pentingnya memastikan agenda event dan mempublikasikannya sejak jauh hari. Ia menyebut sejumlah kegiatan di Kota Batu, seperti Fashion on the River dan Rock Gunung, yang menurutnya juga perlu memiliki kekayaan intelektual.
“Kenapa demikian? Karena banyak event yang diselenggarakan di Kota Batu, ada Fashion on the River, ada Rock Gunung, dan seterusnya, yang ini saya kira perlu ada intelektual properti yang terdapat,” katanya.
Ia menyebut proses pendaftaran tersebut secara teknis dapat dipelajari dan dilakukan melalui Online Single Submission (OSS). Menurutnya, langkah itu penting mengingat BSFF telah berlangsung secara konsisten selama sembilan tahun dan memiliki karakteristik tersendiri.
Selain memperkuat identitas event, Nurochman menyebut BSFF memiliki keterkaitan dengan upaya Kota Batu mendeklarasikan diri sebagai kota kreatif bidang gastronomi.
“Dan kegiatan BSFF ini tentu menjadi supporting system terhadap upaya Kota Batu untuk mendeklarasi sebagai kota kreatif bidang gastronomi,” imbuhnya.
Onny Ardianto, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan pihaknya akan mengupayakan proses pengajuan hak atas kekayaan intelektual dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.
“Ya, hak atas kekayaan intelektual insya Allah nanti kami akan upayakan, terutama dengan instansi terkait untuk bisa ditetapkan sebagai hak atas kekayaan intelektual,” ujarnya.
Selain pendaftaran HAKI, Pemerintah Kota Batu juga berencana mendaftarkan event yang telah ada ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Onny memastikan event yang diajukan merupakan kegiatan yang sudah terselenggara, bukan membuat event baru khusus untuk pendaftaran.
Untuk daftar event yang akan diajukan, Onny mengatakan prosesnya masih disusun oleh masing-masing pengelola kegiatan. PHRI Kota Batu akan menyusun pengajuan untuk BSFF, sementara Spectra Flora berasal dari Gekrafs Kota Batu.
“Ini masih disusun oleh masing-masing pengelola event, PHRI untuk yang BSFF, Spectra Flora dari Gekraf Kota Batu,” pungkasnya.(*)
