KETIK, MALANG – Ratusan siswa SMP Brawijaya Smart School (BSS) Malang mengikuti Workshop Wicara Publik di Amphitheater 2 Malang Creative Center (MCC), Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.30 WIB ini menghadirkan Rizka Amaliah, M.Pd., dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai pemateri.
Workshop ini digelar dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi lomba desain grafis dan presentasi yang dijadwalkan pekan berikutnya.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah BSS, Winda Ratna Siswaningtyas. Dalam sambutannya, ia mengingatkan siswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bekal menghadapi kompetisi.
“Hari ini kalian akan belajar tentang teknik presentasi untuk persiapan lomba desain grafis dan presentasinya. Manfaatkan agenda ini dengan baik, supaya minggu depan bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Baca Juga:
Luluskan 734 Mahasiswa, Unikama Gelar Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026Dalam pemaparannya, Rizka membahas struktur presentasi, teknik membuka pembicaraan melalui berbagai hook atau pemantik perhatian, serta cara menyampaikan materi secara efektif. Ia juga menjelaskan penggunaan gestur, kontak mata, intonasi, pengaturan suara, dan penyusunan pesan agar mudah dipahami audiens.
Selain itu, Rizka memperkenalkan teknik menjadi moderator yang baik, mulai dari membuka sesi, mengarahkan diskusi, mengajukan pertanyaan, hingga menutup acara secara terstruktur.
Workshop berlangsung interaktif. Ratusan siswa menyimak pemaparan, sementara sejumlah peserta mendapat kesempatan mempraktikkan materi secara langsung. Belasan siswa tampil di depan dengan memegang mikrofon dan membacakan contoh pembukaan presentasi.
Meski tidak semua peserta mendapat kesempatan berlatih secara individual, sesi praktik tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keberanian siswa berbicara di depan umum.
Baca Juga:
Momen Bersejarah! Unikama Siap Wisuda Mahasiswa Afirmasi Angkatan Pertama “Pembicara hebat dan profesional yang mungkin hari ini kalian idolakan, dulunya adalah seorang amatir yang mengasah keterampilannya dengan berlatih. Karena itu, manfaatkan setiap momen untuk buka suara. Hari ini salah satunya,” tutur Rizka, memotivasi siswa agar tidak melewatkan kesempatan berlatih.
Rizka juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan siswa dalam berbagai peran, mulai dari pembawa acara (master of ceremonies/MC) dan moderator hingga peserta. Menurutnya, keterlibatan tersebut memberi ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, bukan sekadar memahami teori.
Melalui workshop ini, siswa diharapkan mampu menyusun presentasi secara terstruktur, menyampaikan gagasan dengan percaya diri, serta mengembangkan keterampilan komunikasi yang bermanfaat dalam kompetisi maupun kegiatan akademik lainnya. (*)