KETIK, BATU – Sehelai daun menjadi gambar yang dipilih Wali Kota Batu Nurochman untuk menghiasi tembok Pasar Induk Among Tani, pada Jumat, 25 September 2026.

Gambar tersebut dibuat dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026 sekaligus membawa pesan tentang lingkungan, ruang kreatif, dan masa depan Kota Batu.

“Saya bikin daun ya. Supaya kota kita semakin hijau, asri, lingkungannya tumbuh, dan semuanya untuk masa depan Kota Batu, untuk generasi kita,” kata Nurochman.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur juga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku seni, agar tidak melakukan aksi coret-coret secara sembarangan di fasilitas atau ruang publik.

Menurutnya, pemerintah telah menyediakan ruang tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk menuangkan kreativitas.

Baca Juga:
Momen WCD 2026, Wali Kota Batu Cak Nur Gaungkan Aksi Nyata Satu Hari Satu Bumi

“Saya imbau untuk tidak sembarangan mencorat-coret di tempat-tempat umum. Karena itu yang pertama mengganggu keindahan kota,” ujarnya.

Ia mendorong agar ruang kreatif yang telah disediakan pemerintah digunakan untuk menghasilkan karya sekaligus menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.

“Tuangkan kreativitas Saudara sekalian di ruang-ruang yang memang sudah kita persiapkan oleh pemerintah, ini sebagai bagian dari ruang kreatif di mana kita bisa menuangkan gagasan di sini,” tuturnya.

Menurut Nurochman, karya yang hadir di ruang publik tidak hanya perlu memiliki nilai kreativitas, tetapi juga dapat menjadi media komunikasi yang lebih menarik dan humanis bagi masyarakat.

Baca Juga:
Belum Tuntas Sejak 1989, BPN dan Pemkot Kebut Sertifikasi Lahan Puskesmas Batu

“Ajaklah masyarakat untuk mencintai lingkungan, mencintai Kota Batu, berkunjung wisata Kota Batu, belanja di pasar, ajakan-ajakan kayak gitu akan lebih menarik, lebih humanis, dan tentu nilai kreatifnya tetap harus ada,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni menjelaskan, WCD tidak hanya berkaitan dengan penanganan sampah fisik.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk merespons persoalan sampah visual, termasuk vandalisme dan sampah advertising yang ditemukan di sejumlah titik ruas protokol.

“World Cleanup Day ini selain bersih-bersih sampah, termasuk sampah visual dan sampah advertising. Sampah visual itu termasuk vandalisme yang sering kita temui akhir-akhir ini di beberapa titik ruas protokol,” jelasnya.

Dian menyebut Pemerintah Kota Batu telah menetapkan delapan lokasi sebagai ruang kreatif. Pasar Induk Among Tani menjadi salah satu lokasi yang digunakan untuk kegiatan mural dalam rangka WCD 2026.

“Pak Wali sudah menerbitkan delapan titik ruang kreatif, salah satunya Pasar Induk Among Tani,” imbuh dia.

Ia menegaskan, mural memiliki perbedaan dengan vandalisme. Karena itu, karya yang dibuat di Pasar Induk Among Tani diarahkan membawa pesan tertentu, terutama mengenai lingkungan.

“Dan sebenarnya karya mural itu berbeda dengan vandalisme. Maka pesan-pesan yang kita ambil temanya saat ini pesan lingkungan,” ujar Dian.

Menurut Dian, tema lingkungan dalam karya tersebut juga berkaitan dengan semangat Hari Jadi Kota Batu ke-25 untuk mewujudkan Mbatu SAE sebagai kota yang berkelanjutan dan ekologis.

“Ini sebagai penanda bahwa Pasar Induk Among Tani juga jadi ruang kreatif dan menggandeng kawan-kawan yang memang memiliki potensi di seni industri kreatif baik itu dalam bentuk mural dan lain sebagainya,” tuturnya.

Delapan ruang kreatif yang telah ditetapkan tersebut meliputi Hutan Kota Bondas, Alun-Alun Kota Batu, PLUT, Pasar Induk Among Tani, Galeri Raos, Sendratari Arjuna Wiwaha, Batu Tourism Mall, dan LPPL ATV.(*)