KETIK, BREBES – Anggota DPR RI Komisi II dari Fraksi PAN, Wahyudin Noor Aly menegaskan kesiapan sistem dan kualitas penyelenggaraan pemilu menjadi kunci utama sebelum melangkah ke penerapan teknologi pemungutan suara.

Hal itu disampaikan Wahyudin Noor Aly yang akrab disapa Goyud saat kunjungan kerja dan sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan tahun 2026 di Daerah Pemilihan IX Jawa Tengah, Kabupaten Brebes, Rabu 22 Oktober 2026.

"Saya nggak tahu kenapa kok sistem pemilihannya dengan cara mencoblos lagi. Jadi artinya kita tidak siap untuk maju. Nah, kita harus mulai mengedukasi supaya ketika nanti tiap acara pencoblosannya kita naikkan, tidak lagi bermasalah," ujar Goyud.

"Misalnya kita mau e-voting, kalau sudah pada tingkat teknologi ya mau tidak mau harus kita ikuti, dan ini adalah salah satu tugas kita memberikan edukasi supaya ke depan mereka sudah bisa menjadi pemilih," lanjutnya.

Menurutnya, perangkat dan sistem pemilu saat ini dinilai belum sepenuhnya siap beralih total ke pemungutan suara berbasis teknologi. Karena itu penekanan utama harus pada kualitas yang harus dipertahankan.

"Seiring pemungutan suara berbasis teknologi menjadi hal yang tak terhindarkan, kita tidak bisa langsung loncat. Sistem dan pendekatan kita hari ini menunjukkan organisasi belum siap untuk melangkah ke tahap berikutnya," ujarnya usai memberikan materi.

Ia menambahkan, adopsi teknologi dalam pemilu memang dibahas dengan sejumlah syarat tertentu. Namun hingga saat ini belum ada keputusan final terkait pelaksanaan pemungutan suara berbasis teknologi secara nasional.

Meski begitu, satu hal yang telah disepakati adalah pentingnya pendidikan pemilih agar masalah pada pemilihan mendatang dapat dikurangi dan pemilih siap saat sistem teknologi itu benar-benar digunakan.

"Jangan sampai teknologi sudah siap tapi pemilihnya tidak siap. Maka poin tindakannya jelas, mulai sekarang edukasi penggunaan teknologi pemungutan suara harus jalan, pemilik programnya nanti kita matangkan bersama KPU dan Bawaslu," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Ketua Komisi II DPRD Brebes Tobidin Luruskan Miskonsepsi Data Bansos, Imbau Warga Jangan Pinjamkan KTP untuk Transaksi
Baca Juga:
Soroti Pernyataan Partai Anak Nahdliyin, PC GP Ansor Madiun: Nahdliyin Bukan Pasar Suara