KETIK, BATU – Logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu membawa pesan tentang pertumbuhan dan keberlanjutan kota yang tetap berpijak pada kelestarian alam.

Filosofi tersebut tercermin melalui tagline “Kreatif Sae” serta sejumlah simbol dan warna yang menggambarkan semangat Kota Batu untuk terus berkembang dengan menjaga lingkungan sebagai bagian dari identitas dan masa depan kota.

Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, semangat yang dibawa melalui logo tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan Pemerintah Kota Batu untuk mendorong kreativitas dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ada gini, itu tagline-nya kreatif Sae. Itu kita tahun ini dan selanjutnya tentunya harus menginisiasi sebuah kebijakan, ini harus tidak kemudian ngunu-ngunu ae (gitu-gitu aja), tetapi kita harus lebih kreatif di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Cak Nur, sapaanya.

Menurutnya, filosofi “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya” menjadi semangat dalam menentukan arah pembangunan Kota Batu. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur untuk bersama-sama memikirkan masa depan Kota Batu.

Baca Juga:
Tanpa Pihak Luar, Logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu Dipilih 5 Nominator Internal

“Makna bangkit bersama, jaga alam raya tentu ini menjadi satu spirit bagi kami di pemerintah Kota Batu. Bahwa mengambil inisiasi kebijakan tentu kita harus semangat, maka kita harus melibatkan banyak pihak, hexahelix semua unsur kita libatkan untuk bangkit bersama, berpikir tentang Kota Batu ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, pesan “Jaga Alam Raya” merepresentasikan komitmen untuk mempertahankan kondisi lingkungan di tengah pertumbuhan pembangunan. Lingkungan yang asri menjadi bagian dari visi dan misi mBatu Sae serta dasar yang perlu dikedepankan dalam kebijakan pemerintah.

“Jaga alam raya tentu menjadi komitmen kami semuanya, juga bagian dari visi-misi mBatu Sae, terkait lingkungan kita yang asri yang harus tetap terjaga,” katanya.

Politisi PKB ini menegaskan, pertumbuhan pembangunan perlu berjalan beriringan dengan upaya merawat lingkungan dan alam Kota Batu.

Baca Juga:
Resmi Diluncurkan, Ini Makna dan Pesan Logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu

“Di tengah pertumbuhan pembangunan tentu komitmen merawat kondisi lingkungan kita, alam kita tentu itu harus kita kedepankan dan menjadi komitmen yang menjadi dasar-dasar kebijakan,” tuturnya.

Filosofi berikutnya tercermin dalam pesan “mBatu Sae Berkelanjutan”, yang menggambarkan harapan agar Kota Batu terus berkembang melalui gagasan-gagasan kreatif untuk keberlanjutan kota pada masa mendatang.

“Kemudian untuk mBatu Sae berkelanjutan tentu, kita ingin Batu terus tumbuh berkembang ke depan, pemikiran-pemikiran kreatif, pemikiran-pemikiran bagus untuk Kota Batu, untuk keberlanjutan Kota Batu sampai kapanpun,” imbuhnya.

Makna logo hari jadi ke-25 Kota Batu. (Foto: Istimewa)

Secara visual, logo tersebut memuat simbol pertumbuhan, kehidupan, dan keberlanjutan Kota Batu. Unsur tersebut menggambarkan kota yang terus berkembang dengan tetap mempertahankan kelestarian alam sebagai identitas sekaligus bagian dari masa depan Kota Batu.

Elemen lainnya merepresentasikan kearifan budaya dan seni lokal melalui simbol Bantengan yang berkembang di Kota Batu.

Simbol bintang memiliki makna pemerintahan dan masyarakat Kota Batu yang akan terus melangkah dengan membawa pembelajaran dari perjalanan sebelumnya serta harapan yang hendak diwujudkan pada perjalanan berikutnya.

Unsur ini juga berkaitan dengan upaya mengawal dan mewujudkan cita-cita melalui 15 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu Tahun 2025-2030 dengan semangat “Bangkit Bersama Jaga Alam Raya Untuk mBatu Sae Berkelanjutan.”

Sementara itu, elemen pegunungan megah menjadi representasi bentang alam Gunung Panderman, Arjuno, dan Welirang yang menjadi bagian dari visual logo.

Dari sisi warna, gradasi hijau dan kuning menggambarkan perpaduan pertumbuhan dan ketenangan. Kombinasi tersebut juga dikaitkan dengan karakter alam, seperti laut dan hutan, sekaligus memberikan kesan menyegarkan dan natural. Perpaduan itu menyiratkan suasana damai namun tetap hidup serta pergerakan yang tenang menuju perubahan positif.

Gradasi hijau dan kuning juga merepresentasikan Kota Batu yang memiliki tanah subur sebagai sumber daya alam yang dapat memberikan peningkatan terhadap perekonomian pertanian.

Gradasi biru menggambarkan Kota Batu yang memiliki udara sejuk. Warna tersebut juga merepresentasikan ketenangan, profesionalisme, dan kepercayaan, sekaligus memberikan kesan mendalam dan berwibawa.

Adapun perpaduan warna merah dan kuning menghasilkan gradasi jingga atau oranye. Warna tersebut melambangkan semangat, energi, kehangatan, kebahagiaan, dan kegembiraan.

Gradasi ini juga menggambarkan fleksibilitas, ketangguhan, serta semangat menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.(*)