KETIK, MALANG – Momen penuh haru menyelimuti hari kedatangan ratusan siswa baru SMAN Taruna Nala Jawa Timur di Malang pada Minggu, 12 Juli 2026. Kehadiran mereka menjadi langkah awal bagi para taruna-taruni untuk menempuh pendidikan berbasis semi-militer.
Pada momen ini, 210 siswa dari berbagai daerah di Indonesia harus berpisah dengan orang tua mereka untuk berasrama di SMAN Taruna Nala Jatim di Malang. Para siswa baru ini akan menjalani pendidikan semi-militer selama tiga tahun ke depan.
Hari kedatangan ini menjadi salah satu momen pertemuan terakhir sebelum para siswa memasuki masa tidak boleh dijenguk selama tiga bulan pertama. Selama masa pendidikan, mereka akan dibekali dengan penguatan akademik, karakter, hingga kedisiplinan sebagai modal melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Suasana haru begitu terasa saat prosesi pamitan. Banyak siswa yang tak kuasa menahan air mata saat memeluk orang tua mereka. Meski demikian, dengan rasa bangga, para orang tua melepas buah hati mereka demi menggapai masa depan yang cemerlang.
Salah satu wali murid, Cahyo, rela datang jauh-jauh dari Jakarta untuk mengantarkan putranya, Keandra Azka. Ia mengaku bahagia bisa mengantarkan sang anak memulai pendidikan semi-militer di Kota Malang, meski menyadari rasa rindu pasti akan melanda karena jarak yang cukup jauh antara rumah dan sekolah.
Baca Juga:
[FOTO] Semangat Membara Ratusan Siswa Baru SMAN Taruna Nala Jatim Awali MPLS 2026"Tentunya ada rasa kangen ya, yang biasanya dengan kita campur sekarang sudah pisah, artinya pisah itu dia sekolahnya jauh dari rumah gitu," ujar Cahyo.
Ia berharap Keandra Azka bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan belajar-mengajar dengan baik hingga lulus kelas 12 nanti. Menurutnya, keputusan memasukkan sang anak ke sekolah ini adalah demi mendukung tercapainya cita-cita sang buah hati.
"Harapannya anak saya bisa mencapai cita-citanya ke depan dengan baik dan lancar," tambahnya penuh harapan.
Cahyo menceritakan bahwa putranya memang sejak awal berkeinginan masuk ke SMAN Taruna Nala karena termotivasi oleh kakaknya yang juga menempuh pendidikan di sekolah semi-militer. Sebagai orang tua, ia pun mendukung penuh dan meminta Keandra mempersiapkan diri dengan matang.
Baca Juga:
Resmi Dimulai, 210 Siswa SMAN Taruna Nala Jatim Ikuti MPLS 2026"Memang dari awal sudah akan ke sana (SMAN Taruna Nala) karena melihat abangnya kan juga sekolah seperti itu juga gitu. Makanya saya minta dia mempersiapkan juga kalau misalkan emang ini sekolah yang dipilih," ungkap Cahyo.
Sementara itu, Windah, orang tua dari Aisyah asal Surabaya, mengaku tidak bisa mengungkapkan seluruh perasaannya dengan kata-kata. Momen perpisahan ini menghadirkan campuran rasa senang, bangga, sekaligus haru setelah sang anak dinyatakan diterima di SMAN Taruna Nala Malang. Saat ini, fokus utamanya adalah mengikhlaskan sang putri untuk berproses.
"Rasa senang dan bangga Itu sudah dari kemarin sih. Cuman kalau sekarang itu lebih mengikhlaskan," ujar Windah.
Melalui sistem asrama dan pendidikan semi-militer ini, ia berharap putrinya bisa tumbuh lebih mandiri, tidak lagi bergantung pada orang tua, serta mampu belajar tentang kerasnya perjuangan hidup.
"Harapannya ya lebih mandiri. Sudah bisa lepas dari orang tua, bisa merasakan kerasnya kehidupan lewat sini. Di sini kan belajar disiplin, juga sekolah pendidikannya," imbuhnya.
Windah menambahkan bahwa keinginan untuk bersekolah di SMAN Taruna Nala juga datang dari sang anak, yang kemudian diarahkan lebih lanjut oleh ia dan suaminya.
"Dia memang mau ke SMAN Taruna Nala," jelas Windah.
Hari kedatangan siswa baru SMAN Taruna Nala Jatim ini menjadi babak baru, baik bagi siswa maupun orang tua yang ditinggalkan. Ini adalah langkah awal yang besar bagi mereka untuk menata masa depan di jenjang yang lebih tinggi.(*)