KETIK, JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Nasional Demokrat yang juga mantan Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.20 WIB di RS. Brawijaya Tebet Jakarta Selatan.
Rachmat Gobel yang lahir di Jakarta pada 3 September 1962 merupakan seorang pengusaha saat ini menapaki karir di dunia politik dengan menjadi anggota legislatif. Ia adalah generasi kedua dari keluarga Gobel sekaligus mengendalikan Gobel Group yang didirikan oleh ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel. Keluarga besarnya Gobel berasal dari Gorontalo.
Rachmat Gobel 2010-2014 pernah terpilih menjadi anggota dewan Komite Inovasi Nasional. Kemudian, pada 26 Oktober 2014, ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjadi Menteri Perdagangan sejak 27 Oktober 2014. Namun, ia hanya bekerja 10 bulan sebagai pembantu presiden dan pada 12 Agustus 2015 digantikan oleh Thomas Lembong.
Pada Pemilihan Umum 2019, ia masuk ke partai politik dan terdaftar sebagai calon legislatif. Hasilnya, pada 1 Oktober 2019 ia dilantik menjadi Wakil Ketua DPR RI.
Jiwa kepemimpinan dan kewibawaan yang dimiliki oleh Rachmad Gobel tidak datang secara tiba-tiba. Sedari kecil ia telah dididik untuk menjadi pewaris dan pemimpin dari perusahaan Kelompok Usaha Gobel, yang didirikan dan dipimpin ayahnya. Selain pendiri dari Kelompok Usaha Gobel, ayahnya adalah juga perintis industri elektronika di Indonesia.
Baca Juga:
Innalillahiwainnailaihirojiun! Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal DuniaSetelah tamat SMA di Jakarta pada 1981, Rachmad Gobel memilih melanjutkan kuliahnya di Chuo University di Tokyo, Jepang.
Empat tahun berselang ia berhasil menyelesaikan kuliahnya pada jurusan Perdagangan Internasional. Setelah itu ia memutuskan untuk menjalani praktik kerja di kantor pusat Matsushita Group, yang terletak di Kota Osaka. Selama dua tahun ia menjalani praktik kerja tersebut dan ditempatkan di berbagai divisi dalam group tersebut.
Pada tahun 1989, Rachmad Gobel kembali ke Indonesia dan langsung menduduki posisi Asisten Presiden Direktur di PT. National Gobel yang sekarang adalah PT. Panasonic Manafacturing Indonesia.
Tahun 1991 Rachmad diangkat menjadi anggota Dewan Direksi yang memiliki kewenangan penuh atas perencanaan manajemen perusahaan. Rachmad mampu mejalankan bisnis warisan itu dengan baik sehingga perusahaannya mampu berkembang dan menciptakan berbagai produk yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar.
Baca Juga:
Jelang Muktamar PBNU, KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al MuqtafaPada 1993, ia diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur PT. National Gobel (sekarang PT. Panasonic Manufacturing Indonesia) dan Presiden Direktur PT. National Panasonic Gobel (sekarang PT.Panasonic Gobel Indonesia) yang merupakan perusahaan "joint venture" khusus didirikan untuk menangani pemasaran dan penjualan barang-barang elektronika merek "National-Panasonic-Technic" (sekarang Panasonic).
Sejak tahun 2002 Rachmad menjabat sebagai Komisaris PT. National Gobel (sekarang PT. Panasonic Manufacturing Indonesia), sedangkan jabatan Komisaris Utama PT. Panasonic Gobel Indonesia diembannya sejak tahun 2004.
Rachmad Gobel juga aktif terlibat menggalakkan pembinaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sejak 1999 aktif di asosiasi pengusaha. Ia dipercaya sebagai Ketua Umum Gabungan Perusahaan Industri Elektronika Indonesia (GABEL) periode 1998–2003 dan 2003–2009. Pada 2010 terpilih sebagai Ketua Umum Federasi Asosiasi-asosiasi Industri Berbasis Elektronika dan Telematika (F-GABEL) untuk periode 2010–2014.
Pada 2002, Ketua Umum Kadin Indonesia yang ketika itu dipegang oleh Aburizal Bakrie memercayai Rachmad Gobel untuk duduk sebagai Ketua Kadin Indonesia Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Elektronika.
Ketika pergantian kepemimpinan Kadin Indonesia kepada Ketua Umum Mohamad Suleman Hidayat pada Februari 2004, Rachmad tetap dipercaya untuk memegang jabatan strategis sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia - Koordinator Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan periode 2004-2008.
Pada masa kepemimpinan kedua, Ketua Umum Mohamad Suleman Hidayat, masih memercayai Rachmad untuk menjabat Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia - Koordinator Bidang Perindustrian, Riset dan Teknologi periode 2008-2010.
Jaringannya yang luas di kalangan dunia usaha Jepang dan Indonesia, Rachmad Gobel sempat dipercaya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) sejak 2006.
Pada 2009, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menganugerahkan gelar “Perekayasa Utama Kehormatan dalam Bidang Teknologi Manufaktur” kepada Rachmad Gobel, atas penilaian lembaga terhadap pikiran dan tenaganya yang secara konsisten mendorong pengembangan teknologi industri manufaktur di Tanah Air.
Pada tahun sama, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI menganugerahkan penghargaan “BNSP - Competency Award” atas perannya yang signifikan sebagai tokoh masyarakat dalam menggerakkan, membangun dan meningkatkan kompetensi bangsa.
Atas kontribusinya dalam mempererat persahabatan Indonesia–Jepang dan meningkatkan kesejahteraan kedua bangsa, pada tahun 2014 Rachmad Gobel mendapat anugerah Honorary Doctorate Degree dari Chuo University, Tokyo, Jepang.
Hingga di akhir masa hidupnya, dia tercatat masih terlibat aktif dalam berbagai macam kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama pada bidang yang terkait pada upaya peningkatan kecerdasan bangsa, peningkatan produktivitas tenaga kerja seperti menjadi Ketua Umum Persatuan Alumni dari Jepang (PERSADA) serta Ketua Umum Yayasan Melati-Sakura (YMS), dan juga bidang kemanusiaan sebagai Wakil Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI). (*)